Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Pemudik dengan Motor Diprediksi Meningkat 30 Persen

Sabtu 02 Jun 2018 20:15 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan

  Pemudik sepeda motor (ilustrasi)

Pemudik sepeda motor (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Kemenhub memprediksi pemudik dengan sepeda motor meningkat 30 persen pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto memperkirakan adanya peningkatan hingga 30 persen untuk masyarakat yang mudik lebaran dengan menggunakan sepeda motor pada lebaran 2018. Sebelumnya pada tahun 2017, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor sebanyak 6,39 juta unit.

"Kalau sepeda motor masih naik 30 persen. Prediksi kita segitu, dari 6,39 juta unit menjadi 8,5 juta unit," ujar Pandu dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Sabtu (2/6).

Masyarakat, kata Pandu, menilai mudik menggunakan sepeda motor lantaran biayanya yang lebih murah dibandingkan menggunakan angkutan umum. "Contohnya, bus non-ekonomi Jakarta-Solo itu bisa Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, jadi kalau suami-istri pulang pergi itu sampai Rp 1 juta. Nah, kalau naik motor Jakarta-Solo itu beli bensin 10 liter dan itu tidak sampai Rp 100 ribu," jelasnya.

Selain itu, kemudahan bertransportasi saat di kampung halaman pun menjadi salah satu alasan masih banyaknya pemudik yang memilih menggunakan sepeda motor. Pemudik pun banyak yang masih ingin menunjukan keberhasilannya bekerja di kota dengan membawa kendaraan pribadi saat berada di kampung halaman.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagdjo menilai bila ingin meminimalisir penggunaan sepeda motor saat mudik lebaran adalah menyediakan transportasi yang memadai di kota tujuan pemudik. "Soal memaksa orang tidak naik motor, tiap tahun interkoneksi angkut umum, percuma bila tidak boleh naik motor. Namun pas sampai di kampung halaman tidak ada angkutan desa ataupun angkutan desa," ujarnya.

Selain itu, salah satu alasan enggannya menggunakan kendaraan umum adalah tingkat keamanan para pemudik ketika sampai di kota tujuan. "Mereka masih memikirkan keselamatan ke desa makanya mereka pakai kendaraan pribadi, bahkan saat ini sudah jarang angkutan kota atau angkutan deda tersedia di terminal, ada pun paling ojek, dan ojek online belim tentu mencakup semua dari. Terlebih lagi banyaknya preman di terminal," jelasnya.

Pada Mudik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi kendaraan pribadi roda empat yang akan digunakan untuk mudik Lebaran tahun ini meningkat 16,69 persen menjadi 3,72 juta unit. Sebelumnya pada 2016 hanya berjumlah 3,19 juta unit. Sementara, pemudik yang menggunakan moda transportasi umum pada musim libur Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 19,5 juta orang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA