Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Karyawan PT Freeport Asal Afrika Diberondong Tembakan

Ahad 29 Apr 2018 16:29 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan

Foto: Pixabay
Tiarap di balik mobil dinas Freeport, Morne selamat dari berondongan tembakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengkonfirmasikan adanya kejadian penembakan terhadap warga negara asing asal Afrika, Morne Francis Ras, pada Jumat (27/4) lalu. Insiden itu telah ditangani oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Craig Eugene J, Aidi menjelaskan, pada saat kejadian, hari masih pagi. Sekitar pukul 07.40 WIT, Morne keluar rumah dan berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumahnya.

Morne merupakan seorang pekerja PT Freeport. Dia bermukim di Hidden Valley, kompleks perumahan PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Timika.

Pada saat hendak masuk ke dalam kendaraannya itulah Morne diberondong tembakan dari orang yang tidak dikenal. "Jadi mobil perusahaan jenis Toyota LWB dengan nomor lambung 01.5222 itu tidak sedang dikemudikan, melainkan sedang terparkir di depan rumah," kata Aidi saat dikonfirmasi, Ahad (29/4).

Baca juga: Medan Papua Jadi Alasan Aparat Sulit Bertindak Hadapi KKB

Menurut Aidi, saat ditembaki itu, Morne sontak bertiarap di balik mobilnya. Morne pun selamat tanpa mendapatkan luka yang serius.

Sementara itu, mobil yang menjadi tameng Morne berlubang terkena tembakan. Kaca spion, kap depan, dan badan kanan mobil terkena peluru penembak misterius.

Aidi menjelaskan, aparat keamanan langsung melakukan penyisiran dan belum mengetahui pelaku pembakan tersebut. "Kejadian ini telah ditangani oleh aparat keamanan, dalam hal ini adalah dari kepolisian, yaitu Satgas Amole," jelasnya.

Setelah kejadian penembakan, pihak PT. Freeport langsung menyalakan alarm dengan tujuan agar semua pekerja tenang dan tidak keluar dari kantor. Alarm dibunyikan juga dengan tujuan supaya para keluarga di sana tetap berada di dalam rumah hingga situasi dan kondisi normal kembali.

Lebih lanjut Aidi menjelaskan, anggota TNI difokuskan untuk menjaga keamanan di kompleks Kampung Banti dan Kampung Aroanop. Dia mengatakan, anggota TNI di sana sudah menjaga semua jalan masuk yang digunakan kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) untuk masuk ke kampung-kampung.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA