Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Rohana Kudus Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Rabu 28 Mar 2018 03:56 WIB

Red: Ratna Puspita

Rohana Kudus

Rohana Kudus

Foto: dok. Anri
Rohana berperan sangat besar di bidang pendidikan dan jurnalistik.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Salah satu pelopor pers Indonesia Rohana Kudus diusulkan menjadi pahlawan nasional dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Rohana dinilai berperan sangat besar di bidang pendidikan dan jurnalistik.

"Rohana Kudus adalah guru dan pendiri sekolah untuk perempuan. Ia juga penulis, wartawati, pemimpin redaksi berbagai surat kabar dan pendiri surat kabar Soenting Melayu," kata Pembina Organisasi Rohana Kudus Nevi Irwan Prayitno di Padang, Selasa (27/3).

Ia mengatakan itu terkait rencana pelaksanaan Seminar Nasional Gelar Pahlawan Rohana Kudus di Padang.

Rohana Kudus lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam 20 Desember 1884 dengan nama Siti Roehana. Ia merupakan saudara tiri Perdana Menteri pertama RI Soetan Syahrir, bibi dari penyair terkenal Chairil Anwar, serta sepupu H Agus Salim.

Jasa Rohana di antaranya mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Kotogadang pada 1911. Sekolah yang mendidik keahlian anak-anak perempuan ini merupakan tindak lanjut dari dideklarasikannya perkumpulan perempuan Kerajinan Amai Setia pada 11 Februari 1911 yang dipimpin Rohana.

Kiprahnya di dunia jurnalistik dimulai dari surat kabar Poetri Hindia pada 1908 di Batavia. Koran ini dianggap sebagai koran perempuan pertama di Indonesia. 

Rohana dinilai sebagai perempuan Indonesia pertama yang secara sadar memerankan dirinya sebagai seorang jurnalis. Dia bersedia meliput berita sekaligus menulis untuk kemudian dikirimkan ke media massa.

Saat Poetri Hindia tutup, ia berkiprah di surat kabar Oetoesan Melajoe yang sudah terbit sejak 1911. Pengalamannya mendapat apresiasi dari Datoek Soetan Maharadja alias DSM, pemilik Oetoesan Melajoe yang kemudian mendukung Rohana menerbitkan Soenting Melajoe pada 10 Juli 1912.

Ia dipercaya untuk mengendalikan surat kabar ini sebagai pemimpin redaksinya. Inilah perempuan Indonesia pertama yang secara langsung memimpin surat kabar dan secara teknis sangat terlibat dalam tiap-tiap terbitannya. 

Mendukung upaya Rohana jadi pahlawan nasional, Organisasi Rohana Kudus bersama Pemprov Sumbar dan Agam merancang seminar nasional menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah pejabat Kementerian Sosial Afni, Ketua LIPI Prof Taufik Abdullah, dan dosen FIB Unand Yenni PHd.

Seminar nasional adalah syarat wajib untuk pengusulan pahlawan nasional selain buku tentang tokoh tersebut. Ketua Organisasi Rohana Kudus Yulia Fauzia menyebutkan buku biografi Rohana Kudus telah selesai disusun dari berbagai sumber oleh sejarawan Sumbar Prof Mestika Zed.

Namanya juga sudah diabadikan menjadi nama jalan pada beberapa daerah di Sumbar. Pascaseminar diharapkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumbar bisa merekomendasikan Rohana Kudus untuk jadi pahlawan nasional.

Ikut hadir dalam acara perumusan seminar nasional pembina Organisasi Rohana Kudus Wartawati Nasrul Abit, Yennovita Indra Catri dan tim. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA