Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Jokowi akan Kunjungi Australia untuk Bahas Perdagangan Bebas

Selasa 13 Maret 2018 19:46 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nur Aini

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri)

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri)

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Pembahasan terkait komoditas ekspor dan impor kedua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berangkat ke Australia akhir pekan ini. Dalam kunjungannya tersebut Jokowi akan membahas sejumlah itu termasuk rencana kerja sama perdagangan bebas Indonesia-Australia yang hingga saat ini belum tuntas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan dengan petinggi Australia, Jokowi akan membahas mengenai Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dalam perkembangan rencana kerja sama ini berdasarkan laporan dari Menteri Perdagangan masih ada beberapa isu yang perlu diselesaikan, seperti tarif perdagangan dari Indonesia ke Australia.

"Kita juga harus melihat mengenai ekspornya itu sendiri sehingga terjadi trade balance antara ekspor dan impor. Itu yang menjadi pertimbangan," ujar Airlangga di Istana Negara, Selasa (13/3).

Menurutnya, sektor industri lain yang masih harus dinegosiasikan adalah perdagangan daging dan baja. Namun, kata dia, hal yang paling penting adalah bagaimana industri dalam negeri juga bisa mengekspor barang ke negara tersebut, tidak hanya Indonesia yang menerima barang dari Australia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, di sektor perhubungan pemerintah Indonesia berniat untuk meningkatkan jumlah penerbangan dari Indonesia ke Australia. Selama ini penerbangan dari Indonesia ke negara Kanguru masih lebih kecil dibandingkan dari Australia ke Indonesia.

"Penerbangan yang dilakukan oleh Indonesia itu 81 dan yang dilakukan oleh Australia 92. Keduanya bersepakat untuk menambah jadi saling memberikan keuntungan masing-masing," ujarnya. Selain penambahan penerbangan untuk penumpang, sedang diupayakan juga pengiriman kargo yang ikut bertambah.

Budi menjelaskan, kedekatan daerah Indonesia dari Nusa Tenggara Timur ke Australia juga memberikan kesempatan besar bagi pemerintah dalam mengekspor lebih banyak ikan ke negara tersebut, khususnya ikan untuk konsumsi masyarakat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES