Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Hari Darmawan Pilih Bangun Taman Matahari, Bukan Disneyland

Ahad 11 Mar 2018 05:06 WIB

Red: Elba Damhuri

Pengusaha dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, Hari Darmawan, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu (10/3).

Pengusaha dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, Hari Darmawan, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu (10/3).

Foto: Humas Polres Bogor
Di Taman Bunga Matahari semua cita rasa lokal tersaji.

REPUBLIKA.CO.ID  Hari Darmawan punya pendekatan yang menarik dalam mengelola bisnisnya, membagi kelebihan yang dimiliki untuk orang-orang di sekitar. "Ada ajaran you dilahirkan mesti berbagi. I (Tuhan) cukupi you, you harus bagi," kata Hari dalam sebuah segmen di program filantropi, yang diunggah ke akun Youtube Daai TV pada 2017 lalu.

Hari Darmawan semasa hidupnya terkenal mendirikan Matahari Group, juga belakangan Taman Wisata Matahari di Cisarua Bogor, Jawa Barat. Ia memastikan orang-orang yang bekerja di tempat wisata tersebut merupakan penduduk lokal, orang-orang yang tinggal di sekitar lokasi taman, termasuk para pedagang yang mencari nafkah di dalamnya.

Di lahan seluas 50 hektare itu, ia mempekerjakan sekitar seribu orang. Setiap hari, terdapat hingga 100 pedagang berjualan di sana, tidak dikenakan retribusi, menurut siaran tersebut.

Agar bisnis dan misi sosial tetap berjalan, ia menjual tiket yang berbeda untuk wisatawan lokal dan asing. Pada 2017 lalu, pengunjung lokal dikenakan biaya Rp 20 ribu sementara asing Rp 100 ribu. Ini, kata dia, bisnis sosial dan sedikit bisnis untuk kelangsungan.

"Happiness to other people, multiple happiness to us (Kebahagian untuk orang lain, kebahagian berganda kita raih)," kata dia.

Satu hal yang ia pegang dalam mengelola bisnisnya di Bogor ini, ia ingin mempertahankan cita rasa lokal. "Kami tidak mau seperti Disneyland. Di Indonesia, kita makan ketoprak, tidak makan steak," kata dia.

Hari Darmawan ditemukan tewas terbawa aliran Sungai Ciliwung di kawasan Hankam, Bogor. Laki-laki yang tinggal di dekat Taman Wisata Matahari ini meninggal dalam usia 77 tahun.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA