Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

WNI di Malaysia Didorong untuk Sekolah Lagi

Kamis 01 Mar 2018 20:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy (kanan) dan Dubes RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana (kiri) saat meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/3).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy (kanan) dan Dubes RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana (kiri) saat meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/3).

Foto: Republika/Muhyiddin
Melalui PKBM, para TKI Malaysia bisa mendapatkan ijazah setara SD, SMP, dan SMA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Negara Indinesia (WNI) yang tinggal di Malaysia masih banyak yang mendapatkan pekerjaan kelas rendah, seperti buruh atau pun pembantu rumah tangga. Karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mendorong agar WNI tersebut untuk sekolah lagi.

Untuk memudahkan WNI bersekolah di Malaysia, Muhadjir pun baru saja meresmikan Pusat Kegaiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Kantor KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (1/2). Melalui PKBM ini, para TKI bisa mendapatkan ijazah setara SD, SMP, dan SMA, sehingga bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di negeri jiran.

Muhadjir mengatakan bahwa WNI di Malaysia kemungkinan banyak yang putus kerja dengan alasan yang bermacam-macam. Sementara itu, untuk kembali ke Indonesia mereka kesulitan dan terjerat dalam kemiskinan.

"Maka kemudian ada inisiatif dari Pak Dubes agar mereka dididik di sini dan disiapkan jadi tenaga terampil," ujarnya usai meresmikan PKBM di Kantor KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (1/2)

Setelah lulus di PKBM, setidaknya ada dua pilihan yang bisa mereka pilih. Pertama, mereka bisa tetap ditinggal di Malaysia dan mendapatkan pekerjaan, dan kedua bisa kembali ke Indonesia untuk diarahkan menjadi seorang wirausaha.

Selain itu, WNI yang ikut PKBM nantinya juga dapat melanjutkan ke perguruan tinggi di Indonesia, yaitu dengan cara mengambil paket C atau setara dengan SMA.

"Ini Jalan keluar bagi WNI yang sudah terjebak di sini. Tadi aja ada yang tidak punya ijazah SD saja," kata Muhadjir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA