Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Jumlah Insinyur IT Indonesia tak Sesuai Kebutuhan Perusahaan

Kamis 01 Mar 2018 19:07 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Perkembangan Teknologi dari masa ke masa. Ilustrasi

Perkembangan Teknologi dari masa ke masa. Ilustrasi

Foto: The Verge
Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada perkembangan bisnis yang pesat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, menurut laporan Bappenas proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai menjadi 271 jiwa bahkan di tahun 2035 jumlah penduduk Indonesia akan menembus angka 300 juta jiwa. Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada perkembangan dunia bisnis yang pesat.

Jumlah perusahaan dan bisnis yang banyak juga berbanding lurus dengan kebutuhan Talent IT yang berkualitas di Indonesia. Adrian Hartanto, Head Oflnvestment Mandiri Capital mengatakan jumlah Talenta IT di Indonesia cukup banyak, dilihat dari jumlah program studi teknologi informasi di universitas yang jumlahnya mencapai ratusan. ''Akan tetapi Talent IT 'berkualitas' yang diperlukan oleh perusahaan belum memenuhi kebutuhan perusahaan yang ada pada saat ini,'' kata Adrian, dalam sebuah diskusi di Kolega X MarkPlus, di Jakarta, Rabu (28/2).

Dengan begitu ada anggapan bahwa Indonesia memiliki masalah dengan Talent IT. Pemenuhan talenta di bidang teknologi menjadi salah satu permasalahan yang masih sering dikeluhkan oleh pengusahaan saat ini, khususnya yang bergerak di bidang digital.

Faktor pendidikan sering dijadikan sebagai ujung dari permasalahan ini. Menurut riset yang dilakukan A.T. Kearney, sektor pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur teknik informasi dari setiap 1 juta penduduk. Porsi lulusan teknik di Indonesia jauh lebih sedikit jika dibandingkan negara tentang, misalnya Malaysia yang mencetak 1.834 orang insinyur teknologi dan India yang mencetak 1.159 insinyur insinyur teknologi setiap 1 juta orang penduduk.

Sementara itu, beberapa perusahaan mengatakan jumlah talenta teknologi dalam konteks supply sebenarnya banyak. Ini tampak jika dibandingkan antara kebutuhan dengan jumlah program studi teknologi informasi di universitas yang mencapai ratusan.

Menurut beberapa perusahaan tadi materi teknologi informasi yang disediakan juga belum memenuhi kebutuhan perusahaan yang ada pada saat ini. Permasalahan utama soal talenta teknologi ini juga dari kesempatan yang tidak merata karena industri yang terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA