Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

KPI Usung Penjernihan Isu Islamofobia

Rabu 21 Februari 2018 03:50 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Esthi Maharani

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Foto: kpi
Pentingnya mengajak media untuk kembali pada fungsi utamanya

REPUBLIKA.CO.ID,  BENIN -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menekankan hal-hal mengenai penjernihan isu-isu Islamofobia dan teroris dalam sebuah Konferensi Internasional yang digelar di Benin Afrika Barat, Senin (19/2) waktu setempat. Konferensi yang diadakan oleh IBRAF (OIC Broadcasting Regulathory Authority Forum) itu merupakan pertemuan tahunan ke enam bagi para anggotanya.

Ketua KPI, Yuliandre Darwis sebagai presiden IBRAF 2017 dalam pertemuan itu mengatakan pentingnya peran media dalam keharmonisan dunia. "Saya ingatkan betapa pentingnya membangun dan mengajak media untuk kembali kepada fungsi utamanya, yakni menjaga keharmonisan seluruh bangsa," ujarnya pada pidato sambutan konferensi itu.

Ia menuturkan, media-media di berbagai negara penting untuk menjaga keharmonisan seluruh bangsa, terutama untuk membangun persepsi yang lebih baik mengenai Islam adalah tidak mudah. "Tapi itu adalah tugas bersama, menggunakan kekuatan IBRAF untuk membangunopini dan persepsi yang lebih baik mengenai dunia Islam," kata Yuliandre dalam konferensi yang diusung Asosiasi Pengawas Penyiaran Negara-negara Organisasi Islam itu.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Yuliandre Darwis sebagai presiden IBRAF 2017 pada pidato sambutanya sambil mencari pemahaman bersama untuk kebijakan regulasi yang berbeda-beda di tiap negara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES