Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Tak Ingin KLB Terulang, Menkes Ingin Ada Sistem Peringatan

Selasa 20 Februari 2018 08:55 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Menkes Nila F Moeloek memberikan keterangan pers mengenai capaian program kesehatan tahun 2017 dan rencana tahun 2018 di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu(10/1).

Menkes Nila F Moeloek memberikan keterangan pers mengenai capaian program kesehatan tahun 2017 dan rencana tahun 2018 di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu(10/1).

Foto: Republika/Prayogi
Menkes tak ingin wabah seperti difteri yang semestinya bisa diantisipasi terulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek melantik empat pejabat tinggi madya dan empat pejabat tinggi pratama termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono, Senin (19/2). Nila berpesan kepada Dirjen P2P yang baru dilantik, agar membuat early warning system untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti difteri.

Menurut Nila, dengan munculnya berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat yang semakin kompleks akhir-akhir ini ia ingin menyampaikan beberapa pesan penting.

Pesan itu di antaranya supaya dirjen P2P membuat sistem peringatan dini yang dapat mencegah KLB terjadi terhadap berbagai jenis penyakit. Selain itu peringatan dini juga diharapkan dapat segera mengatasi KLB jika terjadi.

"Saya tidak ingin lagi ada kejadian (KLB) wabah difteri yang seharusnya dapat diantisipasi dari awal sehingga tidak terjadi KLB seperti kemarin," ujarnya saat pelantikan di Ruang Leimena Kemenkes, di Jakarta Selatan, Senin (19/2) lalu.

Selain itu, Menkes meminta supaya Anung sebelum bertindak atau mengambil kebijakan supaya mempelajari atau mencermati baik-baik kondisi di lapangan atau di daerah. Ini karena tidak semua daerah memiliki kondisi demografi, geografis, budaya yang sama sehingga memerlukan intervensi penyelesaian masalah kesehatan yang berbeda sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.

"Saudara harus mampu mengubah paradigma lama," katanya.

Selain itu ia meminta supaya dirjen yang baru dilantik melakukan integrasi program. Sehingga muncul berbagai inovasi dalam pengambilan keputusan mengenai pengendalian penyakit secara cermat dan cepat yang akhirnya untuk meningkatkan mutu pelayanan publik dalam koridor yang benar.

"Terus tingkatkan monitoring, evaluasi terhadap semua program yang berkaitan dengan pengendalian penyakit," ujarnya.

Sebelumnya ketiga pejabat tinggi madya yang dilantik Menkes adalah Oscar Primadi sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkes. Kedua, Anung Sugihantono sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dan ketiga H. M. Subuh sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan. Anung menggantikan posisi HM Subuh yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen P2P Kemenkes.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA