Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Wartawan Republika Raih Juara Menulis di Kota Bandung

Selasa 13 February 2018 15:51 WIB

Rep: sandy ferdiana/ Red: Rahmat Santosa Basarah

 Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana

Media massa menjadi jembatan komunikasi antara Pemkot Bandung dan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Dua wartawan Republika Arie Lukihardianti dan Zuli Istiqomah terpilih menjadi juara menulis berita yang diselenggarakan Humas Pemkot Bandung di Podomoro Pavilion, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (13/2). Pemberian anugerah kepada wartawan menjadi salah satu sesi dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan Humas Pemkot Bandung. 

Piagam atas prestasi itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung H M Ridwan Kamil kepada Kepala Perwakilan Republika Jabar, Rachmat Santosa Basarah. Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung Yayan A Brilyana menyebutkan, pemberian anugerah kepada wartawan tersebut merupakan wujud apresiasi Pemkot Bandung kepada insan pers.

Menurut dia, Pemkot Bandung sangat membutuhkan kemitraan dengan media massa. Yayan menjelaskan, media massa sangat penting di tengah roda pembangunan. ‘’Media massa menjadi jembatan komunikasi antara Pemkot Bandung dan masyarakat,’’ ujar Yayan di Podomoro Pavilion, Selasa (13/2).

Yayan menjelaskan, selain kepada wartawan Republika, anugerahpun diberikan kepada wartawan dari media massa lain. Kata Yayan, pemberitaan media massa selama ini sangat membantu Pemkot Bandung dalam memperbaiki kinerjanya. Sesuai fungsinya yaitu lembaga kontrol sosial, pihaknya kerap mendapat masukan terkait informasi layanan publik.

Sementara Wali Kota Bandung HM Ridwan Kamil menyatakan, pemberitaan media massa merupakan rujukan terkait validitas informasi yang beredar di masyarakat. Bahkan, tutur dia, jika informasi yang beredar di masyarakat itu tidak ada dalam pemberitaan di media massa, maka besar kemungkinan hoak.

Diakui Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, setiap pemberitaan yang bernuansakan kritik kerap dijadikan motivasi dalam meningkatkan pelayanan. ‘’Saya tegur lurah dan camat jika di daerahnya ada masalah yang lebih dulu terungkap di media massa. Lurah dan camat harus tahu lebih dulu ketimbang wartawan,’’ tandasnya.

    

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES