Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Menkominfo Ajak Masyarakat Tabayyun

Sabtu 10 February 2018 22:26 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Menkominfo Rudiantara sedang memberikan materi tentang konten sosmed pada acara Silatnas I Stakeholders Konten Keislaman yang diselenggarakan LPBKI MUI, Jumat (8/12) di Jakarta.

Menkominfo Rudiantara sedang memberikan materi tentang konten sosmed pada acara Silatnas I Stakeholders Konten Keislaman yang diselenggarakan LPBKI MUI, Jumat (8/12) di Jakarta.

Foto: Syahrudin el-fikri
Jangan sebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengajak masyarakat tidak terjebak dalam menyebarkan informasi yang kebenarannya diragukan dengan tabayyun. Artinya, memastikan dulu kebenaran informasi yang diterima.

"Jangan mau sebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Kalau ragu harus tabayyun," kata Rudiantara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/2).

Rudiantara mengatakan secara agama dan sosial ekonomi, menyebarkan informasi yang diragukan kebenarannya adalah perbuatan tak berguna dan berdosa, sementara secara sosial dan ekonomi adalah pembodohan publik dan pemborosan pulsa.

Penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya, menurut dia, disebabkan mudahnya akses konten informasi di era digital. Munculnya konten positif dan negatif di internet pun menjadi mulai sulit dibendung.

Menyikapi konten informasi yang belum tentu benar, pihaknya terus berupaya menekannya melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak ikut andil dalam penyebaran.

Ada pun beberapa ciri konten berita bohong yang kerap muncul dalam platform teknologi digital, antara lain mengatasnamakan kelompok tertentu, menyampaikan kalimat "dari kamar sebelah" serta perintah "ayo viralkan".

"Kalau ada yang begitu, amat mungkin itu hoax, jangan disebarkan,"tutur Rudiantara.

Rudiantara menekankan seharusnya teknologi digital dapat menjadi wadah aktualisasi yang positif untuk kepentingan ilmu pengetahuan, promosi potensi, pariwisata, kreativitas dan lainnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB