Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Majalah Sastra Horison Naik Cetak Lagi

Kamis 25 Jan 2018 16:05 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Esthi Maharani

Majalah sastra Horison

Majalah sastra Horison

Foto: Hasanul Rizqa / Republika
Isi majalah Horison edisi terbaru memuat tulisan tokoh sastra Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Majalah sastra Horison kembali naik cetak setelah hampir satu tahun lamanya permisi dari dunia penerbitan. Hal ini dibenarkan redaktur senior media tersebut, Taufiq Ismail.

"Horison kertas akan terbit triwulan (sekali 3 bulan), mulai Januari ini," kata penyair tersebut dalam pesan singkatnya kepada Republika, Kamis (25/1).

Terpisah, pemimpin redaksi Horison, Jamal D Rahman, juga mengonfirmasi kabar tersebut. Sastrawan yang lahir di Sumenep, Madura, itu lantas menunjukkan halaman sampul majalah sastra Horison edisi terkini.

"Ya betul itu, kata Jamal D Rahman," juga dalam pesan singkat kepada Republika, Kamis (25/1).

Gambar sampul Horison kali ini berupa sketsa lima orang pendirinya, yakni tokoh pers PK Ojong (alm), pelukis Zaini (alm.), sosiolog Arief Budiman, penyair Taufiq Ismail, dan tokoh pers Mochtar Lubis (alm).

Isi majalah edisi terbaru itu memuat tulisan-tulisan dari sejumlah tokoh sastra Indonesia. Di antaranya adalah Ahmadun Yosi Herfanda, Emha Ainun Nadjib, Ibnu Wahyudi, dan Salim Haji Said. Per eksemplarnya dihargai Rp 50 ribu.

Namun, sampai berita ini ditulis, Taufiq Ismail dan Jamal D Rahman belum menguraikan alasan di balik peredaran kembali majalah sastra Horison.

"Nah, agak panjang itu (penjelasannya). Maaf belum bisa jawab, karena saya dalam perjalanan ke Jakarta. Ini mau masuk bandara Surabaya. Terima kasih atas perhatian Anda pada Horison," katanya.

Seperti diketahui, sejak 2016 lalu pihak Horison mengumumkan akhir dari edisi cetaknya. Sebagai gantinya, Horison memperkenalkan platform daring (online). Seirama dengan perkembangan teknologi masa kini, maka Horison cetak beralih ke online mulai hari ini.

"Biaya untuk penerbitan cetak itu cukup besar. Tapi, kalau dijadikan online, biaya tak sedemikian besar," kata Taufiq Ismail saat menjadi pembicara di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Acara di TIM saat itu sekaligus memperingati setengah abad majalah sastra Horison. Penyair Angkatan 66 itu menambahkan, Horison Online sebenarnya sudah dipersiapkan enam tahun sebelumnya oleh seorang akademisi sastra Melayu, Prof Amin Sweeney (alm). Alamatnya adalah www.horison-online.com.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA