Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Puluhan Ekor Sapi di Cianjur Dilaporkan Mati Mendadak

Kamis 18 Jan 2018 17:07 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Peternakan sapi/ilustrasi

Peternakan sapi/ilustrasi

Foto: disnak.jabarprov.go.id

REPUBLIKA.CO.ID,  CIANJUR -- Sebanyak 22 ekor sapi yang berada di Kecamatan Warungkodang, Kabupaten Cianjur mati mendadak. Hingga kini penyebab kematian dari hewan ternak tersebut masih diteliti petugas.

Informasi yang dihimpun Republika.co.id, puluhan sapi yang mati ini berada di UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Perah Bunikasih, Kecamatan Warungkondang. Lembaga ini berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat.

Petugas Inseminator Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Rusli Subhan mengatakan, dari laporan yang tercatat menyebutkan ada puluhan ekor sapi yang mati secara mendadak."Sapi yang mati rata-rata berusia delapan bulan," kata Rusli, Kamis (18/1).

Di mana terang Rusli, dalam satu kandang diperkirakan empat sampai lima ekor yang mati. Kejadian ini lanjut dia baru pertama kali terjadi di lokasi peternakan tersebut.

Menurut Rusli, kematian sapi ini dilaporkan terjadi sejak Rabu (17/1) pagi sekitar ukul 05.30 WIB. Laporan kematian sapi ini kata dia langsung ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan dokter hewan khusus di Bandung.

Upaya ini ujar Rusli untuk mengungkap penyebab dari matinya hewa ternak sapi secara mendadak tersebut. Selain itu kata dia petugas juga untuk sementara melarang pengunjung maupun karyawan masuk ke kandang yang terdapat sapi mati mendadak.

 Jenis sapi yang mati ini kata dia merupakan Frissian Holand. Di mana, harga sapi dengan usia delapan bulan sekitar Rp 4 juta per ekor. Diperkirakan kata dia keugian akibat peristiwa ini mencapai sebesar Rp 130 juta.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA