Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Tahun ini, USBN SMP dan SMA Sederajat akan Mengujikan Semua

Kamis 11 Januari 2018 11:57 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Winda Destiana Putri

Sejumlah siswa SD mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SD Insan Kamil, jalan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/5). Berbeda dengan Ujian Nasional SMP dan SMA berbasis komputer, pelaksanaan USBN tingkat SD masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) dengan penggandaan lembar soal diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan USBN SD berlangsung hingga hari Rabu (17/5). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc/17.

Sejumlah siswa SD mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SD Insan Kamil, jalan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/5). Berbeda dengan Ujian Nasional SMP dan SMA berbasis komputer, pelaksanaan USBN tingkat SD masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) dengan penggandaan lembar soal diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan USBN SD berlangsung hingga hari Rabu (17/5). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc/17.

Foto: Arif Firmansyah/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan, Ujian Sekolah Berstandar Nasional pada jenjang SMP/MTs, SMA/MA/SMK sederajat tahun ajaran 2017/2018 akan mengujikan semua mata pelajaran (mapel). Dengan begitu, pelaksanaan Ujian Sekolah (US) atau Ujian Madrasah (UM) pada jenjang tersebut akan ditiadakan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menyampaikan, kebijakan untuk mengujikan semua mapel pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat berdasarkan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya yang terbilang sukses.

 

"Hasil evaluasi secara umum tentang USBN di SMP dan SMA atau sederajat secara umum positif," kata Totok di Jakarta, Kamis (11/1).

 

Totok mengklaim, kebijakan tersebut bisa membentuk guru semakin aktif dan sadar akan tugas pentingnya sebagai pendidik. Karena guru dituntut membuat soal yang berkualitas, untuk kemudian diujikan sebagai evaluasi bagi siswa-siswanya.

 

"Untuk USBN kali ini pembuatan soal porsinya tetap sama. 25 persen disiapkan pusat sebagi anchor, dan 75 persen disiapkan oleh guru dan dikonsolidasikan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Guru (KKG)," ujar Totok menjelaskan.

 

Meski begitu, Totok menjelaskan, pembuatan soal USBN bagi jenjang paket B/Wustha dan paket C/Ulya ada sedikit perbedaan. Yakni, sebanyak 75 persen akan disiapkan oleh Tutor dan dikonsolidasikan dengan Forum Tutor, dan 25 persen lagi, soal tetap disiapkan oleh pusat.

 

"Kalau untuk SMP Luar Biasa (LB) dan SMALB 100 persen soal USBN akan dibuat oleh sekolah dengan tetap mengacu pada kisi-kisi nasional," jelas Totok.

 

Untuk diketahui, pada tahun 2017 pelaksanaan USBN di SMP/MTs dan SMA/MA/SMK hanya mengujikan beberapa mapel saja. Yaitu, untuk USBN jenjang SMP/MTs hanya mengujikan tiga mapel, dan tujuh mapel lainnya diujikan dengan Ujian Sekolah (US).

 

Lalu, pada jenjang SMA hanya mengujikan enam mapel dalam USBN, dan delapan mapel lainnya diujikan dengan US. Untuk SMK, tahun lalu USBN hanya mengujikan tiga mapel, dan 10 mapel lainnya diujikan dengan US.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES