Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Pergantian Akhir Tahun Saat Tepat Bermuhasabah

Rabu 20 Dec 2017 17:25 WIB

Rep: mg01 / Red: Hiru Muhammad

Jamaah mengikuti dzikir bersama Ustadz Arifin Ilham saat Dzikir Nasional Republika 2016 di Masjid At-Tin, Jakarta, Sabtu (31/12).Republika/Wihdan Hidayat

Jamaah mengikuti dzikir bersama Ustadz Arifin Ilham saat Dzikir Nasional Republika 2016 di Masjid At-Tin, Jakarta, Sabtu (31/12).Republika/Wihdan Hidayat

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Pergantian tahun merupakan saat yang tepat untuk bermuhasabah diri. Sehingga segala kekurangan dapat diperbaiki di tahun berikutnya. 

"Pergantian tahun ini tentunya tidak kita lakukan dengan hura-hura, lebih baik melakukan muhasabah, dzikir, berdoa berharap 2018 menjadi lebih baik dan  mendapat lindungan, keberkahan dari Allah SWT," kata CEO Rumah Zakat, Nur Efendi Selasa (19/12).

Harapan itu disampaikannya jelang  hajatan tahunan Dzikir Nasional yang bakal diselenggarakan di malam penghujung tahun 2017 Ahad (31/12). Dzikir Nasional sendiri merupakan rangkaian acara dari Festival Republik yang digelar 29-31 Desember di Masjid At-Tin, Taman Mini.

Kegiatan rutin ini juga mendapat dukungan dari berbagaimacam lembaga sosial kemanusiaan, salah satunya adalah Rumah Zakat (RZ). Acara ini dinilai sangat tepat bagi keluarga muslim yang ingin mencari alternatif di malam penghujung tahun baru.

 

Festival Republik sendiri mengangkat tema perkuat silaturahim untuk NKRI, Tema ini dinilai tepat mengingat  masyarakat Indonesoa tengah digempur isu-isu perpecahan. Isu tersebut  jelas tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dan sangat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia. 

"Republika mengangkat tema memperkuat silaturahim untuk persatuan NKRI, saya kira menarik sekali," katanya. Hal ini Sejalan dengan isu yang berkembang, sekaligus   menjawab isu yang ada. Republika menjawab itu sebenarnya tidak ada. "Kita ini bersatu, berukhuwah untuk apa, Untuk NKRI, ini tepat sekali," tuturnya.

Efendi mengatakan, acara serupa dengan Dzikir Nasional perlu lebih diperluas lagi di luar pulau Jawa. Perlu juga melihat Indonesia yang ada di sana. Mereka juga bagian dari Indonesia yang ada di bagian timur, perbatasan, terdepan, yang itu juga merupakan bagian dari Indonesia, tidak hanya Jakarta saja.

"Saya yakin mereka rasa NKRI-nya tinggi, jadi perlu dimunculkan semangat ini sehingga semakin menguatkan bahwa kita ini mau dibagian mana Indonesia, may suku apa, semangatnya sama," katanya.

Festival Republik sendiri mencakup acara bazaar, cerdas tangkas lima  Pilar, talk show, donor darah, fun science, Republikustik dan door prize. Puncak Festival Republik adalah Dzikir Nasional 2017 yang digelar pada Ahad (31/12) malam.

Sejumlah tokoh seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan direncanakan akan hadir dalam acara puncak Dzikir Nasional.

Beberapa ulama yang mengisi tausiyah diantaranya, Pimpinan Ponpes Tebu Ireng dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ketua Umum PP Muhammadiyah  Haedar Nashir, Pimpinan Majelis Dzikir Az-Zikra Ustaz HM Arifin Ilham, Wakil Sekjen MUI Pusat Ustaz Tengku Zulkarnain, dan Tuan Guru Haji (TGH) Zainul Majdi. 

Pelaksanaan Sholat Magrib dan Isya pada acara Dzikir Nasional akan dipimpin oleh Muzammil Hasballah, dalam kegiatan itu juga ia berkesempatan untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA