Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Ternyata Terumbu Karang Punya Pola Pertumbuhan

Ahad 17 Desember 2017 01:35 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Karta Raharja Ucu

Terumbu Karang

Terumbu Karang

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekilas, pertumbuhan terumbu karang bisa jadi terlihat berantakan. Namun, riset terbaru menemukan terumbuh karang memiliki pola tumbuh sendiri yang bermanfaat.

Dalam sebuat penelitian terhadap 17 ribu meter persegi terumbuh karang yang dipetakan secara tiga dimensi, para peneliti menemukan sebagian terumbu karang memang tumbuh agar renggang sementara yang lain solid. Pola ini bermanfaat untuk melindungin mereka dari bahaya lingkungan dan memudahkan mereka tumbuh kembali bila mengalami kerusakan.

"Ada keteraturan pola tumbuh terumbu karang yang tidak bisa dilihat kasat mata," kata ahli ekologi kelautan Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego AS, Clinton Edwards yang merupakan salah satu peneliti riset ini seperti dikutip Popular Science, Jumat (15/12).

Edwards dan tim memotret lebih dari 44 ribu koloni karang di Palmyra Atoll National Wildlife Refuge, Hawaii. Foto dari berbagai sisi itu kemudian dibuat dalam peta tiga dimesi. Mereka lalu menganalisis pola tumbuh berbagai spesies dalam peta tersebut.

Untuk meyakinkan, mereka menggunakan model komputer. Hasilnya sama dengan analisis yang dilakukan menggunakan peta tiga dimensi.

Edwards menjelaskan, para area terumbu karang padat populasi, pola pertumbuhan mudah terlihat. Namun pada klaster lain, pola pertumbuhan itu sangat sulit terlihat. Mayoritas terumbu karang yang mereka amati pula pola tumbuh teratur dan hanya beberapa spesies yang pola tumbuhnya acak.

Klaster yang terbentuk juga nampak bergantung pada cara tumbuh dan reproduksi karang. Klaster spesies yang tumbuh dalam klaster yang terkumpul ramai merupakan karang yang cenderung mudah patah. Bila jatuh tak jauh dari rumpun induk, patahan ini bisa tumbuh dan membentuk koloni baru.

Sementara karang lain yang melepas anakan mereka ke kolom air sebelum menempel ke substrat. Kelompok karang seperti ini cenderung membentuk klaster yang lebih longgar dan tumbuh tersebar sesuai subtrat yang cocok.

Bila terjadi badai atau pemutihan karang secara masif, polip karang yang bertahan kan membentuk koloni baru. Koloni baru ini awalnya bisa nampak sebagai karang tunggal.

Karang sendiri memang cenderung berkumpul karena hal itu membuat mereka lebih terlindung dari predator. Makin masif karang-karang berkumpul di satu area, makin mampu mereka memecah gelombang. Dengan begitu, mereka lebih mampu bertahan saat terjadi badai. Saat ombak mampu mereka pecah, nutrien jadi lebih kaya.

Kumpulan koloni juga memudahkan kawin. "Hidup berdekatan membuka kemungkinan besar telur-telur lebih mudah dibuahi," kata Edwards.

Untuk program pemulihan ekosistem karang, Edwards dan tim juga menyarankan agar transplantasi karang dilakukan dalam klaster. Hal itu akan menghambat karang terbawa arus dan menekan potensi gagal transplantasi.

Terumbuh karang adalah hutan di bawah air. Pemantauan, rehabilitasi, dan penentuan kawasan lindung terumbuh karang penting dilakukan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES