Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Warga Cipatujah Tasikmalaya Sudah Mengungsi

Sabtu 16 Desember 2017 00:36 WIB

Rep: EH Ismail/ Red: Hiru Muhammad

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejumlah warga Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sudah mulai mengungsi menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah selatan Bumi Pasundan tersebut, Jumat (15/12) tengah malam.

"Di Cipatujah atos ngarungsi (sudah mengungsi), lampu langsung mati, air laut langsung pasang," kata Ahmad Opang (40 tahun) kepada Republika, Sabtu (16/12) dini hari.

Opang melanjutkan, orang tua kawannya yang bekerja di daerah Pantai Pangandaran, Sukabumi, juga mengabarkan hal serupa. Menurut dia, gempa gumi yang terjadi menjelang tengah malam tersebut membuat warga berhamburan ke luar rumah. "Tidak berani berada di luar rumah. Takut ada gempa lagi," kata Opang.

Dalam keterangan via pesan whatsapp yang diterima Republika dari Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto, gempa bumi  tektonik  mengguncang  wilayah Sukabumi dan wilayah lain di bagian selatan Jawa Barat.   Hasil analisis  BMKG  menunjukkan  gempabumi  terjadi  dengan  episenter  terletak  pada  koordinat  7.29 LS  dan  106.69 BT, tepatnya  pada  jarak  48  kilometer barat daya Sukabumi, Jawa Barat, pada  kedalaman  50 kilometer.

Peta  tingkat  guncangan  (shakemap)  BMKG  menunjukkan  dampak  gempa bumi  berupa  guncangan  dirasakan  di  wilayah  Sukabumi  dan  sekitarnya.  Berdasarkan  laporan  masyarakat, kata Joko, gempa bumi  dirasakan  di  daerah Jampang dan Surade  I SIG-BMKG (I-II MMI), Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan.

Ditinjau dari  kedalaman hiposenternya,  tampak gempa bumi  merupakan  gempa bumi kedalaman  dangkal akibat  aktivitas  subduksi  lempeng  Indo-Australia  yang menyusup ke bawah  Lempeng  Eurasia  yang  mengakibatkan  deformasi  batuan.

Hasil  monitoring  BMKG  hingga  saat  ini  menunjukkan  belum  terjadi  gempa bumi  susulan.  "Untuk itu, kepada  masyarakat  di  daerah  wilayah  Sukabumi, Jawa  Barat  dan  sekitarnya  diimbau  agar tetap  tenang," kata Joko.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES