Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Ini Pesan Kedubes Palestina untuk Peserta Aksi 1712

Jumat 15 Des 2017 19:10 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Indira Rezkisari

Bendera Palestina berukuran raksasa dibawa serta dalam aksi solidaritas bela Palestina yang diikuti ribuan peserta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsa (AMSA), di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/12).

Bendera Palestina berukuran raksasa dibawa serta dalam aksi solidaritas bela Palestina yang diikuti ribuan peserta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsa (AMSA), di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/12).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahad (17/12) besok, masyarakat Indonesia akan melakukan aksi sebagai bentuk dukungan atas Yerusalem dan Palestina. Aksi yang akan dilakukan di Monumen Nasional (Monas) ini mendapat perhatian dari Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Indonesia.

Taher Hamad selaku Minister Counsellor of The State of Palestina yang ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan rasa terima kasihnya dan menghimbau peserta aksi untuk menyampaikan pemikirannya dengan damai. "Saya percaya di setiap aksi bisa dilakukan dengan damai. Anda tahu beberapa orang datang ke kedutaan dan berkata mereka akan ikut aksi di depan gedung kedutaan Amerika saya katakan ok saya mendukung tindakan Anda tapi jangan gunakan kekerasan dan membakar bendera Amerika," ujar Hamad di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (15/12).

Hamed menyatakan bendera Amerika tidak ada hubungannya dengan President Trump. Bendera tersebut milik warga Amerika dan banyak warga Amerika juga menolak klaim Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Nantinya ketika warga Amerika melihat bendera mereka dibakar maka akan muncul rasa tidak terlalu senang dan nyaman. Tetapi jika para peserta aksi bisa melakukan dengan damai dirinya menyatakan mendukung tindakan tersebut.

"Saya mendukung kegiatan doa bersama yang akan dilakukan pada aksi nanti," lanjut Hamad.

Palestina dikatakan merasa sangat berterima kasih kepada semua warga Indonesia dari yang beragama Islam, kristen, Protestan, Hindu, Buddha karena telah mendukung Palestina. Tidak hanya umat Muslim yang menyatakan dukungannya, beberapa kelompok Kristen juga datang ke Kedutaan dan menyatakan dukungannya. Mereka juga menolak keputusan Trump memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hamad menyatakan rasa terima kasihnya pada Din Syamsudin sebagai utusan khusus Presiden Joko Widodo untuk Dialog Kerjasama antar Agama dan Peradaban. Semua umat agama yang datang sebagai perwakilan dalam dialog tersebut menyatakan mendukung Palestina dan melawan keputusan Trump.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA