Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Kapal Kemanusiaan II akan Kunjungi 28 Desa Terpencil Papua

Rabu 06 Dec 2017 11:23 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani

 Rumah Zakat dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF)  meluncurkan program Kapal Kemanusiaan, Selasa (25/7).

Rumah Zakat dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) meluncurkan program Kapal Kemanusiaan, Selasa (25/7).

Foto: republika/retno wulandhari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal Kemanusiaan Papua Barat trip pertama telah berhasil menjalankan programnya. Kini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sepakat menjalankan trip kedua.

"Trip kedua untuk menjangkau desa-desa terpencil lainnya di Papua Barat, kali ini wilayah sasaran program adalah Pulau Missol, Pulau Doom dan Pulau Jeffman dengan target sebanyak 28 desa akan dikunjungi oleh tim hingga akhir bulan Desember 2017," kata Koordinator MER-C untuk Papua, Zackya Yahya melalui keterangan tertulis kepada Republika, Rabu (6/12).

Zackya bersyukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan. Sehingga jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas lagi.

Ia menerangkan, MER-C sudah mempunyai program klinik sosial di Papua dan Papua Barat sejak tahun 2006. Maka dengan adanya program kerjasama Kapal Kemanusiaan banyak wilayah-wilayah yang selama ini jauh, sulit dijangkau dan sulit diakses melalui jalur darat kini bisa dicapai dan mendapatkan layanan kesehatan serta bantuan lainnya.

"Layanan kesehatan memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat, masyarakat di ujung timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, hal inilah yang membuat kami bertahan untuk terus mendampingi kesehatan masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat," ujarnya.

Ia menambahkan, khusus bidang kesehatan, pelayanan MER-C mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF.

Zackya menginformasikan, pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada 8 Desember 2017 lusa akan berlayar menuju desa pertama, yaitu Desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana. Dengan target 28 desa yang sudah disepakati, MER-C menurunkan 11 personil relawan yang terdiri dari enam dokter, tiga perawat dan dua tenaga logistik.

"Untuk efektifitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi dua karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak. Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA