Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Siklon Dahlia Kini Berubah Jadi ex-Dahlia

Senin 04 Desember 2017 21:13 WIB

Rep: Rr Laeny Suliatyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala MBKG Dwikorita Karnawati

Kepala MBKG Dwikorita Karnawati

Foto: ugm.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat berdasarkan pantauan dari sistem peringatan dini siklon tropis yang diperoleh dari data satelit dan diperkuat dari data satelit dan radar, pada 3 Desember 2017, pukul 19.00 WIB, siklon tropis Dahlia telah melemah dan menjadi Depresi Tropis (ex-Dahlia).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit siklon tropis di Barat Laut Aceh (93 W) diprakirakan 48 jam ke depan akan mengalami penguatan menjadi siklon tropis kearah Barat Laut menjauhi Indonesia mencapai 95 knot Ia menambahkan, meskipun bibit siklon tropis ini tidak berada di dalam area tanggungjawab pusat peringatan dini siklon tropis Jakarta, namun dampaknya masih signifikan terhadap wilayah Indonesia. "Dampaknya, seperti hujan terutama sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatera Barat. Kondisi ini pun berdampak pada peningkatan gelombang hingga 4 meter, angin kencang, hujan lebat dan potensi kilat/petir," ujar Dwikorita seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (4/12).

Dalam tiga hari ke depan, kata dia, masih terdapat potensi cuaca ekstrem, antara lain hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Juga di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua. Sementara angin kencang lebih dari 20 knot diperkirakan terjadi di Sumatra Utara dan Aceh.

"Maka, masyarakat diimbau perlu mewaspadai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon, maupun baliho tumbang/roboh, dan waspada kenaikan tinggi gelombang," ujarnya.

Untuk sepekan ke depan, dia menjelaskan, terjadi potensi hujan lebat secara umum terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung. Begitu juga di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua.

Dwikorita pun menambahkan Senin (4/12) hingga Selasa (12/12) Desember dari hasil prakiraan BMKG, bahwa DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian Utara mengalami monsoon break (curah hujan rendah atau dapat dikatakan hujannya istirahat).

Meskipun Jawa Tengah ke arah Jawa Timur bagian selatan, hingga Nusa Tenggara mengalami curah hujan sedang-tinggi. Selain itu, kata dia, Sumatra Bagian Utara termasuk Aceh dan Kalimantan pun mengalami curah hujan sedang-tinggi. "Pada Desember 2017 hingga Februari 2018 merupakan periode puncak musim hujan 2017/2018," ujarnya.

Ia menambahkan ini khususnya bagi wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, maka perlu diwasapadai wilayah-wilayah yang rentan dan berpotensi akan terjadinya bencana hdirometeorlogi, seperti banjir, genangan, dan longsor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES