Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Sekjen PDIP: Akurindo Wadah Perjuangan Ekonomi Kerakyatan

Kamis 26 Oktober 2017 13:47 WIB

Red: Agung Sasongko

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat berbicara di rapat kerja nasional (Rakornas) I Akurindo di Jakarta, Kamis, (26/10).

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat berbicara di rapat kerja nasional (Rakornas) I Akurindo di Jakarta, Kamis, (26/10).

Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) diharapkan menjadi asosiasi kelompok usaha rakyat yang mampu menggelorakan semangat berdikari itu dan menggalang pergerakan ekonomi rakyat yang produktif di seluruh sektor kehidupan.

Harapan ini disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat berbicara di rapat kerja nasional (Rakornas) I Akurindo di Jakarta, Kamis, (26/10). Rakornas ini mengagendakan dua acara utama yakni pengesahan AD/ART dan pemilihan serta pelantikan pengurus periode 2017-2022.

Rakernas yang diikuti 100 orang pelaku UMKM dari 34 provinsi ini, diawali dengan diskusi dengan pembicara Hasto Kristiyanto, inisiator Akurindo Emir Moeis, dan Deputi Bidang Restrukturisasi UKM Kemenkop, Abdul Kadir Damanik.

Hasto mengatakan Akurindo sebagai wadah perjuangan ekonomi kerakyatan harus menjadi mesin yang kuat dan produktif. Sebab, kita semua saat ini bicara politik dalam wajah dan semangat kerakyatan. Bukan dalam wajah kekuasaan.

Dalam semangat itu kata Hasto, kita tak boleh hanya mengandalkan basis ekonomi primer saja tapi harus basis ekonomi berdikari. "Dan berbicara ekonomi kerakyatan, maka kita berbicara dalam konteks Pancasila. Misi Akurindo harus sejalan dengan semangat Pancasila. Ideologi yang membangun jiwa gotong rotong. Ini jadi core values kita, bagaimana yang kuat membantu yang lemah namun tetap dalam tatanan kerja profesional," ujar Hasto dalam keterangannya.

Hasto mengingatkan bahwa proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Karno mampu berjuang mengatasi berbagai masalah dengan dasar cinta tanah air. Dalam konteks ini, ekonomi kerakyatan akan berjalan dengan dasar cinta tanah air dan semangat gotong royong.

"Segala sesuatu dilakukan dengan rasa cinta. Tanpa itu kita tak akan bisa bergerak. Sentralnya dan nafasnya ekonomi gotong royong didasari rasa cinta tanah air. Inilah yang akan menjadi kekuatan  dalan menggerakkan ekonomi kerakyatan," jelasnya.

Dalam kondisi ini, lanjut Hasto, yang harus dilakukan Akurindo adalah tampil dalam pergerakan ekonomi rakyat. Kekayaan alam dan budaya kita sangat luar biasa, dan semua bisa dikelola UMKM kerakyatan.

Hasto meminta agar Akurindo harus melakukan empowering masyarakat atau penguatan pada masyarakat. Yakni rakyat dilatih dan dibangkitkan semangatnya akan membangun ekonomi dengan semangat cinta tanah air. Ini sangat penting karena tanpa cinta dan semangat tak akan ada energi menghadapi rintangan dan masalah.

Dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri, kata Hasto, pasti ada banyak kondisi dan cobaan yang datang. "Di sinilah Akurindo harus dorong semangat ini, dan anggota Akurindo saya harap harus punya sektor usaha riil di masyarakat," imbuhnya.

Hasto juga menjelaskan bahwa Akurindo itu ada kata Indonesianya. Jadi harus ada usaha dengan semangat keIndonesiaan di situ. Akurindo tak boleh hanya jadi agen produk luar negeri, tapi harus mengemas potensi lokal juga. Ini yang diamanatkan Bung Karno, bahwa kita negara yang begitu kaya.

"Sekarang Akurindo harus bisa menghembuskan nafas dan semangat ini dengan kemasan yang baik dan harus juga bisa kembangkan teknologi dan pemasarannya. Misalnya bagaimana kopi kita kemas dengan baik, misalnya kopi rasa jahe dan lain-lain. Berbagai kombinasi sangat bisa kita kembangkan karena varian kita luar biasa banyaknya," imbuh Hasto.

Dijelaskan Hasto bahwa Negara mengemban amanah memajukan kesejahteraan umum. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian membangun semangat pembebasan rakyat tertindas. Melalui Akurindo ini akan kita bina agar bisa bergerak dengan kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdikari. Kita integrasikan semua potensi dengan sentuhan produk lokal kita.

"Dengan Akurindo ini kita juga bisa membangun pasar tradisional. Tapi dikemas modern dan produknya yang ditampilkan adalah produk lokal. Setiap acara produk lokal kita harus ditampilkan. Semua petani bisa menjadi mitra. Kita bicara politik kerakyatan dan politik kebudayaan. Kita tak bicara politik kekuasaan,” papar Hasto.

Sementara itu, inisiator dan pendiri Akurindo Emir Moeis mengatakan, sejak tahun 2013 sebenarnya upaya mengembangkan koperasi dan UMKM sudah dilakukan. Dan kala itu, kita selalu kesulitan dalam hal market atau pasar. Kali ini muncul fakta bahwa pergerakan  pasar mulai hilang ataupun berubah.

"Pasar pelan-pelan mulai sepi dan sebagian besar diganti oleh pasar online. Nah ini peluang juga buat UMKM karena kelemahan kita dulu adalah pasar. Sekarang bisa masuk melalui teknologi informasi," jelas Emir.

Ditambahkan Emir, organisasi ini untuk memperkuat UMKM melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, memperkuat jaringan dan akses pasar di dalam maupun di luar negeri melalui teknologi informasi.

Emir menambahkan, Akurindo sebagai wadah bagi rakyat pelaku UMKM pertama harus bisa perkenalan produk. Sama seperti Alibaba, Tokopedia dan lainnya. Namun yang berbeda, harus banyak memperkenal barang-barang dari UMKM. Bukan barang impor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES