Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

BNPB Pusat Imbau Masyarakat Waspada Banjir dan Longsor

Ahad 08 Oktober 2017 14:58 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Agus Yulianto

 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan hingga pertengahan bulan Februari (Ilustrasi)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan hingga pertengahan bulan Februari (Ilustrasi)

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbauuntuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. "Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (8/10).

Sutopo menyebut, bentuk kewaspadaan itu di antaranya masyarakat diminta agar mengenali lingkunganya. Kalau ada tanah retak, hendaknya ditambal dengan tanah liat. Saat hujan deras, hendaknya waspada kalau perlu menyingkir ke tempat aman. Karena, musim kemarau lalu telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi aliran permukaan saat hujan sehingga memicu longsor.

Saat ini, kata dia, sebagian wilayah sudah memasuki musim penghujan, meskipun secara keseluruhan baru masuk musim penghujan pada awal November 2017 mendatang. "Puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat," ujarnya.

BNPB mencatat longsor adalah bencana yang banyak menimbulkan korban jiwa. Selama 2017 ini, kata dia, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia. Dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB