Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Gatot: Ulama dan Kiai Penjaga Utama NKRI dari Adu Domba

Jumat 06 Oktober 2017 22:11 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri), bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah), Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi pembicara dalam pengajian di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/10). Pengajian tersebut mengambil tema

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri), bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah), Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi pembicara dalam pengajian di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/10). Pengajian tersebut mengambil tema

Foto: REPUBLIKA/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, perpecahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hanya bisa dilakukan dengan cara mengadu domba dari dalam. Karena itu, kata dia, pentingnya Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terpecah belah.

"Menguasai Indonesia hanya dengan cara mengadu domba," ujar di dalam acara pengajian bulanan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No 62, Jumat (6/10).

Selain adu domba, kata dia, Indonesia tidak akan bisa dipecah walaupun dengan senjata perang. Bukan tanpa alasan, Gatot mengatakan, ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kesatria. Sebab itulah, bangsa Indonesia tidak akan lemah jika dilawan menggunakan kekerasan.

Gatot mengatakan, sebab satu ancaman adu domba, ulama dan kiai lah yang merupakan bagian utama dalam menjaga kesatuan dan persatuan republik Indonesia. Ulama dan kiai, kata Gatot, menjaga umat Islam dan Indonesia sehingga sampai saat ini Indonesia bisa tidak terpecah belah.

Indonesia, lanjut Gatot, merupakan negara yang kaya raya sehingga menjadi rebutan negara lain untuk berkuasa di Indonesia. Indonesia, kata dia, sebagai ladang kekayaan alam, dengan tanah yang subur, sumber minyak yang melimpah. "Jadi, kita diberi anugerah sepreti itu, tetapi anugerah itu bisa menjadi petaka," jelas dia.

Anugerah yang akan menjadi petaka, jika Indonesia tidak bisa menjaga kedaulatan NKRI. Karena itu, tak terlepas TNI akan selalu menjaga kedaulatan dan persatuan Republik Indonesia bersama Bangsa Indonesia dan Umat Islam. "TNI dan Islam menjaga kedaulatan itu tidak lepas," ujar dia mengakhiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES