Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Monday, 3 Zulqaidah 1439 / 16 July 2018

Bea Cukai Musnahkan 215 Karung Bawang Ilegal

Selasa 23 July 2013 13:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bawang merah

Bawang merah

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banda Aceh memusnahkan 215 karung bawang merah ilegal hasil pencegahan penyelundupan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Bawang merah tersebut berasal dari Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang, diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka yang menyeberang menumpang kapal penyeberangan dari Sabang," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, Beni Novri di Banda Aceh, Selasa (23/7).

Pemusnahan berlangsung di KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh. Pemusnahan dilakukan dengan membakar tumpukan bawang merah impor ilegal tersebut. Beni mengatakan bawang merah ilegal tersebut diamankan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh pada 16 April 2013. Selain mengamankan bawang ilegal, petugas Bea Cukai juga mengamankan sopir kendaraan bak terbuka berinisial AS.

"Barang bukti bawang ilegal ini dimusnahkan ada keputusan Pengadilan Negeri Banda Aceh. Bawang ini dimusnahkan karena kondisinya sudah membusuk," ungkap Beni. Saat diamankan, kata Beni, berat keseluruhan bawang merah ilegal tersebut mencapai 2.042,50 kilogram atau berat per karungnya masing-masing 9,5 kilogram.

Selain bawang merah, lanjut dia, pihaknya kini masih menunggu izin pemusnahan 30 ton gula asal Sabang. Gula tersebut diamankan dari penumpang kapal penyeberangan di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar setahun yang lalu.

Beni mengatakan gula maupun barang merah impor tersebut hanya bisa diperjualbelikan di Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang. Barang tersebut tidak bisa dibawa ke daratan Aceh. Ia menegaskan, pihaknya terus mengintensifkan pengawasan pelabuhan dan perairan Banda Aceh dan Aceh Besar guna mencegah penyelundupan gula dari Sabang.

"Melihat kondisi gula pasir impor ilegal yang sudah disita, tidak mungkin dilelang atau dihibahkan, tetapi harus dimusnahkan. Kalau memang nantinya dimusnahkan, kami akan mencari lokasi yang tepat," papar Beni.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES