Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

'Masyarakat Harus Bisa Mengisi Kemerdekaan Demi Kedamaian'

Rabu 09 Aug 2017 05:15 WIB

Red: Fernan Rahadi

Prof Siti Musdah Mulia

Prof Siti Musdah Mulia

Foto: BNPT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh warga negara Indonesia harus bisa menanamkan kembali sikap-sikap kreatif, konstruktif, dan berpikiran positif dalam upaya untuk bersama-sama membangun dan mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia ini. Masyarakat harus bisa melanjutkan apa yang sudah diperjuangan oleh para founding fathers (pendiri bangsa) dengan membangun bangsa ini untuk kemajuan bersama.

“Tentunya kita harus bisa bergandeng satu sama lain untuk sama-sama bekerja dengan melihat keberagaman, pluralisme yang ada di bangsa Indonesia ini. Karena Indonesia memiliki kekayaan ataupun keberagaman budaya yang tentunya sangat berarti bagi kemajuan dan perdamaian bagi bangsa ini,” ujar Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender LKAJ,  Prof Siti Musdah Mulia, Selasa (8/8).  

Dikatakan wanita yang juga dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini, masyarakat Indonesia harus dapat bersyukur bahwa bangsa Indonesia ini sudah diberikan kemerdekaan oleh Allah SWT sebuah negara yang merdeka di usia ke 72 tahun. “Meski selama 72 tahun tidak semuanya menyenangkan karena banyak hal-hal yang perlu kita perbaiki, tetapi sebagai umat beragama rasa syukur itu harus kita ungkapkan,” ujarnya.

Wanita yang juga Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) ini mengatakan bahwa, gunanya bangsa Indonesia merayakan peringatan 17 Agustus setiap tahunnya  itu sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan dan juga kepada para pendiri bangsa ini, dimana mereka itu tidak sempat menikmati kemerdekaan Indonesia ini karena sudah ada yang meninggal atau wafat sebelum negara ini merdeka. “Jadi kita harus bersyukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada para founding fathers yang telah besusah payah memperjuangakn berdirinya Indonesia,” ujarnya

Aktifis perempuan kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 3 Maret 1958 ini mengingatkan bahwa sebagai generasi bangsa yang datang belakangan, kita sebagai warga bangsa justru memiliki tanggung jawab yang sangat besar, yakni tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian terhadap kehidupan negara dan bangsa ini dengan berbagai macam cara

“Caranya kita harus mensyukuri hidup kita dengan menjadi orang-orang yang baik dan bermanfaat buat semuanya. Dan saya kira berbuat baik untuk kemanfaatan semua orang itu juga merupakan ajaran dari semua agama. Semua agama mengajarkan bahwa orang yang terbaik itu adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA