Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

KTT G20

Indonesia-Norwegia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Ahad 09 Jul 2017 01:17 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo di acara pertemuan pemimpin G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7).

Presiden Joko Widodo di acara pertemuan pemimpin G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7).

Foto: John MacDougall/Pool Photo via AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai perdagangan dan investasi yang tumbuh positif pada 2016 digunakan sebagai momentum peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Norwegia pada masa mendatang. Hal tersebut menjadi poin penting, saat Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di sela perhelatan KTT G20 di Hamburg Messe Und Congres, Sabtu (8/7/17).

Presiden Jokowi mengatakan, nilai perdagangan 2016 mengalami peningkatan 40,5 persen dibanding tahun 2015. Sementara investasi mengalami peningkatan sebesar 772 persen, termasuk peningkatan investasi portofolio dari Pension Global Fund Norwegia. "Perkembangan positif itu perlu terus kita pertahankan, atau bahkan ditingkatkan,” kata Presiden Jokowi melalui siaran pers, Sabtu (8/7).

Presiden Jokowi menyatakan, saat ini Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari tiga lembaga rating dunia. Sehingga dia sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah Norwegia agar negosiasi Indonesia EFTA CEPA (European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement) dapat diselesaikan tahun ini.

Selain bidang ekonomi, Presiden Jokowi juga meminta perhatian pemerintah Norwegia Resolusi Parlemen Norwegia tanggal 2 Juni 2017 mengenai kelapa sawit. Menurut Presiden Jokowi, resolusi tersebut tidak sejalan dengan semangat kerja sama REDD+ antara Indonesia dan Norwegia, serta menafikan upaya-upaya Indonesia terkait penanggulangan perubahan iklim, perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. “Saya percaya bahwa Pemerintah Norwegia akan mendukung hubungan perdagangan yang terbuka dan fair,” ungkap Presiden.

Sektor kelautan dan perikanan juga dibahas Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Presiden mengapresiasi adanya peningkatan intensitas kerja sama kelautan dan perikanan antara kedua negara, termasuk dukungan Norwegia terhadap upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing Indonesia. “Saya ingin mendorong formalisasi kerja sama di bidang ini, mencakup pemberantasan IUU Fishing, tata kelola perikanan, budi daya berkelanjutan dan perlindungan laut,” jelas Presiden.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA