Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wapres JK: Islam di Indonesia Islam Moderat

Ahad 23 Apr 2017 21:01 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wakil Presiden Republika Indonesia Jusuf Kalla

Wakil Presiden Republika Indonesia Jusuf Kalla

Foto: ROL/Abdul Kodir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Islam di Indonesia merupakan Islam jalan tengah, Islam moderat yang memiliki ciri-ciri pergaulan hidup yang berbeda dengan Islam di Timur Tengah.

"Islam jalan tengah, Islam moderat. Islamnya sama, tapi cara gaya hidupnya, pergaulannya lebih kepada suatu yang dapat bersama berdampingan secara sesama agama maupun dengan agama yang lain dengan baik," katanya, dalam kuliah umum di IAIN Manado, Ahad (23/4).

Wapres mengatakan, pada hampir semua negeri-negeri Islam di Timur Tengah terjadi pertikaian dan konflik. Irak, Yaman, Suriah dan sejumlah negara lainnya. Perbedaan pandangan dalam Islam seringkali menjadi salah satu amunisi sehingga terjadi perang.

Berbeda dengan Indonesia. JK mengatakan Islam di Indonesia dibawa pedagang yang lebih transaksional bukan panglima perang. Hal ini membuat Islam di Indonesia moderat.

Para wali yang menyebarkan agama Islam menggunakan jalan tradisi. Transisi yang terjadi dari agama Hindu atau Buddha ke dalam Islam berjalan dengan baik, sehingga dapat hidup berdampingan. Kalla mencontohkan, candi di Indonesia masih berdiri, seperti Borobudur.

"Kalau negara lain Borobudur mungkin sudah hilang, tapi kami memelihara sebagai peninggalan bangsa," katanya lagi.

Selain itu, Islam di Indonesia relatif tidak memiliki perbedaan yang mencolok, kata Wapres lagi. Karena itu, Wapres berharap agar IAIN mampu menjaga Islam di Indonesia tetap di jalan tengah, moderat. Apalagi kini Indonesia menjadi acuan bagi berbagai negara dalam mengembangkan kerukunan.

Wapres menilai, kini belajar Islam di negara-negara Islam yang tengah dilanda peperangan dan konflik tidak lagi relevan, mengingat tidak ada lagi peradaban dan akhlak.

"Islam pada dasarnya agama peradaban dan akhlak, masih adakah peradaban dan akhlak di negara-negara itu pada dewasa ini. Tiap hari hanya kita lihat saling membunuh, saling mengebom, saling menzalimi satu sama lain," jelasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA