Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Mensos Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Kartini

Jumat 21 April 2017 14:02 WIB

Red: Angga Indrawan

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda untuk meneladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan seperti RA Kartini. Anak-anak muda juga diminta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

"Jadilah Kartini masa kini, Kartini yang tangguh, memiliki wawasan ke depan dan kepedulian terhadap sesama," kata Mensos dalam sambutannya saat melakukan kunjungan kerja ke Rembang, Jawa Tengah dalam rangka penyerahan bantuan "CSR" bagi masyarakat sekitar pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Mensos juga mengingatkan agar kaum perempuan menjadi "Kartini" yang mampu menjaga keluarganya dan mencetak anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang membanggakan. Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia yang menandakan bangkitnya emansipasi perempuan dan tentunya untuk diteladani oleh masyarakat.

Terlebih lagi saat ini, di mana kaum perempuan memiliki kedudukan yang setara dan sejajar dengan laki-laki dalam segala bidang. "Sekarang ini kita bisa buktikan bahwa perempuan mampu setara dengan laki-laki, dan yang paling penting perempuan menjadi pondasi utama dalam keluarga," ujarnya.

Mensos juga mengajak perempuan Indonesia untuk terus menorehkan prestasi yang membanggakan bagi kemajuan bangsa dan negara. Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879 yang lahir dari keluarga bangsawan. Melaui surat-suratnya yang dikirimkan kepada teman-teman korespondensinya di Belanda, Kartini mulai membuka pikirannya tentang kemajuan perempuan pribumi.

Masyarakat yang saat itu hidup dalam kegelapan dari ilmu pengetahuan dan kungkungan budaya feodal, terutama kaum perempuan. Kartini meninggal di Rembang pada 17 September 1904 dan berdasarkan keputusan presiden pada 2 Mei 1964 dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB