Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

SkyWay Pikat Pengunjung RailwayTech 2017 dengan Teknologi Terdepan

Selasa 11 April 2017 11:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Desainer SkyWay Group of Companies Anatoly Yunitski

Desainer SkyWay Group of Companies Anatoly Yunitski

Foto: dok skywaytecnologies

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stan pameran SkyWay Group of Companies di RailwayTech 2017 memikat pengunjung dari kalangan profesonal dan masyarakat umum di sepanjang penyelenggaraannya pada 29 Maret-1 April lalu di Jakarta. Pengunjung terpukau dengan berbagai kecanggihan teknologi yang dihadirkan.

Wakil Direktur Utama Bidang Pengembangan SkyWay Victor Baburin mengatakan telah banyak usaha untuk menciptakan transportasi yang seolah modern, seperti Hyperloop atau ide lainnya. Akan tetapi, menurut Victor, konsep masa depan ada pada SkyWay yang kini terus berkembang dengan arahnya sendiri. "Perwakilan sejumlah negara telah menunjukkan minatnya terhadap teknologi inovatif ini," kata Victor baru-baru ini.

Victor mengatakan pihaknya juga telah mendiskusikan kunjungan delegasi Indonesia ke EcoTechnoPark, yakni pusat demonstrasi teknologi SkyWay di Belarusia, Eropa.  

Desainer SkyWay Group of Companies Anatoly Yunitski menjelaskan sistem SkyWay dapat membuka perspektif yang lebih luas dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia. Terlebih, kondisi geografis Indonesia menghadirkan kesulitan tersendiri dalam penataan lalu lintas antarkotanya. "Terlampau rumit dan biayanya terlalu mahal jika Indonesia mengimplementasikan solusi transportasi konvensional sebagai penghubung antarpulau," komentar Anatoly.

Di mata Anatoly, Indonesia penting untuk perkembangan teknologi SkyWay. Dia mengatakan perusahaannya dapat memulai implementasi jalur SkyWay di Indonesia dari jalur Surabaya-Jakarta. "Masalah infrastruktur yang tidak memadai di sepanjang area 730 km bisa terpecahkan dengan membangun jalur kereta gantung SkyWay," jelas Anatoly.

Dengan memanfaatkan teknologi kereta gantung SkyWay, Anatoly mendeskripsikan jarak tempuh Surabaya-Jakarta dapat dicapai dengan 1,5 jam. Ia mengklam belum ada solusi teknologi transportasi kecepatan tinggi yang seperti itu. "Keunggulan SkyWay yang paling penting dibandingkan pesaingnya ialah kereta cepat yang ada saat ini masih berjalan di atas permukaan tanah dan itu menciptakan masalah lingkungan bagi masyarakat," ungkapnya.

Anatoly memaparkan keuntungan utama dari teknologi kereta SkyWay adalah jalurnya menggantung di atas permukaan tanah. Denga begitu, masalah klasik dari penerapan teknologi kereta konvensional otomatis tak dijumpai dalam implementasi kereta gantung SkyWay. "Apalagi, tak ada kebutuhan untuk memoderenisasi infrastruktur yang sudah ada dan telah ketinggalan zaman," ujarnya. Simak juga: Skyway technologies

Selepas pameran di Indonesia, SkyWay rencananya akan bergabung dengan pameran dagang InnoTrans 2016 di Berlin, Jerman. Selanjutnya, SkyWay akan berpameran di negara-negara teluk di Timur Tengah, Australia, dan India. SkyWay juga masih terus menjalin jejaring profesionalnya di kawasan Asia.ADV

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES