Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Kader Muda Diminta Teruskan Semangat KH Hasyim Muzadi

Jumat 17 Mar 2017 06:59 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Anggota TNI membawa foto Almarhum KH. Hasyim Muzadi saat proses pemakaman di komplek Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jabar, Kamis (16/3).

Anggota TNI membawa foto Almarhum KH. Hasyim Muzadi saat proses pemakaman di komplek Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jabar, Kamis (16/3).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Ketua Tanfidz Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah Abdullah Latopada meminta seluruh warga NU khususnya kader-kader muda NU untuk melanjutkan semangat nasionalisme dan pluralisme almarhum KH Hasyim Muzadi.

"Almarhum adalah orang tua kita, guru kita, tugas kitalah melanjutkan semangat keindonesiaan yang almarhum perjuangkan selama ini," katanya pada malam pertama pembacaan doa tahlil dan takziah yang dilaksanakan Badan Otonom NU Sulawesi Tengah Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat di Sekretariat NU di Palu, Kamis (16/3) malam.

Pembacaan doa tahlil yang dipimpin Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Provinsi Sulawesi Tengah Suhban Lasawedi tersebut dihadiri mayoritas kader-kader Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah tokoh dan sesepuh NU.

Pembacaan doa tahlil tersebut berlangsung hikmad di tengah suasana duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia atas meninggalnya mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Selain pembacaan doa tahlil juga dilakukan ceramah agama yang mengupas sepak terjang sang kiyai Hasyim Muzadi oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Faisal Attamimi.

Abdullah mengatakan bangsa Indonesia khususnya warga NU kembali kehilangan seorang tokoh panutan yang telah memiliki hubungan baik terhadap dunia internasional.

Mantan Ketua GP Ansor Provinsi Sulawesi Tengah itu mengatakan perilaku, pikiran dan karakter Hasyim Muzadi pantaslah diteruskan oleh kader-kader muda NU karena ketokohan almarhum tidak diragukan lagi.

"Ketika Hasyim Muzadi terpilih menggantikan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) sebagai Ketua PBNU, maka saya melihat bahwa NU kembali dipimpin oleh orang yang tepat," katanya mengisahkan sejumlah perjalan Hasyim Muzadi terpilih sebagai Ketua PBNU menggantikan Gus Dur pada 1999.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Faisal Attamimi mengatakan Hasyim Muzadi bukan hanya milik NU tetapi milik bangsa sehingga kepergiannya tidak saja kehilangan bagi masyarakat NU tetapi negara dan bangsa juga ikut kehilangan seorang tokoh.

Faisal juga mengajak seluruh kader GP Ansor agar bercermin kepada Hasyim Muzadi yang memiliki komitmen dalam memperjuangkan Islam di mata dunia internasional melalui berbagai pikirannya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA