Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Mobil Metro Tv Diusir dan Dilarang Liput Demo 4 November

Jumat 04 Nov 2016 15:13 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Esthi Maharani

Mobil SNG Metro Tv diusir dan dilarang meiput aksi 4 November di masjid Agung, Medan, Jumat (4/11).

Mobil SNG Metro Tv diusir dan dilarang meiput aksi 4 November di masjid Agung, Medan, Jumat (4/11).

Foto: Republika/Muhammad Fakhruddin

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Aksi unjuk rasa 4 November di masjid Agung Medan, Jl P Diponegoro, Jumat (4/11), sempat diwarnai kericuhan. Ratusan massa berunjuk rasa terprovokasi mengusir kendaraan Satellite News Gathering (SNG) milik Metro Tv yang telah ada di lokasi sejak pagi.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, aksi tersebut mulai digelar sebelum shalat Jumat. Orasi pun dilakukan secara bergantian. Semua menyerukan agar polisi segera menindak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga telah melakukan penistaan agama.

Namun, massa mulai terprovokasi saat salah seorang orator meminta media agar memberitakan unjuk rasa ini dengan benar. Si orator pun kemudian menyebutkan nama Metro Tv.

"Usir Metro Tv!" teriak koordinator aksi, Eka Putra menggunakan pengeras suara yang disambut teriakan massa.

Massa yang berjumlah ratusan orang kemudian berkumpul di sekeliling SNG Metro Tv. Mereka meminta seluruh kru televisi swasta nasional itu untuk meninggalkan lokasi dan tidak meliput aksi unjuk rasa mereka.

Polisi yang berada di lokasi sejak pagi langsung bertindak atas sikap dari massa pengunjuk rasa. Belasan personel Sat Sabhara berdiri di sekitar mobil SNG Metro TV tersebut. Namun massa terus mendekat dan beberapa menepuk dinding mobil.

Mobil SNG Metro Tv bersama krunya kemudian bergerak keluar dari halaman masjid dengan dikawal polisi. Massa pun bertepuk tangan melihat mobil untuk siaran langsung itu meninggalkan lokasi.

Tidak diketahui alasan massa melakukan tindakan tersebut. Namun, pengusiran ini diduga terkait dengan pemberitaan stasiun televisi itu yang dianggap tidak objektif dan mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta.

Masjid Agung Medan menjadi titik kumpul utama dalam unjuk rasa mengecam pernyataan Ahok yang dinilai telah melecehkan Alquran dan ulama. Seusai salat massa bergerak ke Mapolda Sumut. Mereka akan bergabung dengan massa lainnya yang juga bergerak menuju ke sana.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA