Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

'Menag Harus Jelaskan Pidatonya Bukan untuk Apresiasi LGBT'

Selasa 30 Agu 2016 15:15 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Karta Raharja Ucu

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Republika / Darmawan)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Republika / Darmawan)

Foto: Republika/ Darmawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Indonesia Beradab (GIB) GIB mendorong Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin untuk secara terbuka memprotes Aliansi Jurnalis Independen (AJI). GIB menduga dalam peringatan ulang tahunnya, AJI memunculkan kesan Menag memberikan dukungan bagi LGBTIQ.

"Protes tersebut perlu Menag kemukakan untuk memastikan agar kehadiran dan pidato kebudayaannya pada acara AJI tersebut tidak disalahtafsirkan dan disalahgunakan oleh kaum LGBTIQ sebagai bentuk dukungan apalagi apresiasi terhadap LGBTIQ," ujar perwakilan GIB Bagus Riyono dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (30/8).

GIB juga meminta Menag agar lebih berhati-hati mendatangi undangan dari organisasi yang cenderung liberal dan tidak transparan dalam menyatakan maksudnya. Pada acara ulang tahun AJI ke-22, Lukman hadir. Acara yang diselenggarakan pada 26 Agustus tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan bagi LGBTIQ.

Menanggapi protes keras dari GIB, Lukman pun menyatakan AJI tidak secara terbuka memberikan keterangan dalam acara tersebut akan ada pemberian penghargaan pada organisasi LGBTIQ. Saat itu, Lukman diminta menyampaikan orasi kebudayaan oleh AJI.

Ternyata dalam acara itu juga diberikan tiga penghargaan, yakni Tasrif Award untuk kategori lembaga atau komunitas yang paling gigih memperjuangkan hak-haknya, Udin Award untuk wartawan yang paling gigih, dan SK Trimurti Award untuk perempuan yang menggunakan media untuk berjuang. Lukman dan semua hadirin tak ada yang tahu siapa yangg akan mendapatkan penghargaan di masing-masing kategori tersebut sampai saat pengumuman tiba. Ternyata yang menjadi pemenang memperoleh Tasrif Award adalah Komunitas LGBTIQ dan IPT.

"Saya tentu tak bisa intervensi apapun terhadap penetapan award yang masing-masing dilakukan oleh tim penilai tersendiri. Saya menyampaikan orasi sama sekali tak menyinggung para pemenang award tersebut," kata Lukman menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA