Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Mengenal Integrasi Unit Pengolahan Susu dengan Konsep Biovillage

Senin 29 August 2016 18:36 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Winda Destiana Putri

Susu

Susu

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui program Meat-Milk Pro mendesain unit pengolahan susu yang dilengkapi dengan laboratorium dan ruang kelas. Unit pengolahan susu ini bukan hanya untuk memroduksi susu olahan terstandar, tetapi juga digunakan sebagai tempat riset dan pembelajaran teknologi pengolahan susu.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, pemrosesan susu nya juga berfungsi sebagai inkubator teknologi pengolahan susu yang menghasilkan paket-paket teknologi dan produk susu pasteurisasi, yogurt dan keju yang diintegrasikan dengan program Biovillage. Biovillage merupakan proyek percontohan kawasan terpadu yang menggabungkan pertanian/pangan, pakan, pupuk dan energi.

"Biovillage ditujukan sebagai etalase hasil riset di Kedeputian IPH LIPI yang diintegrasikan dengan konsep zero waste," kata Enny di Bogor.

Diharapkan, konsep ini ke depannya dapat direplikasikan di daerah lain. Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bambang Sunarko menuturkan, beberapa produk atau teknologi yang ditampilkan di kawasan Biovillage LIPI adalah teknologi sederhana yang mudah diadopsi dan direplikasi.

Beberapa kegiatannya saat ini yaitu pengelolaan sapi, teknologi pengolahan susu, teknologi produksi pakan segar, awetan dan probiotik ternak, teknologi produksi biogas dari limbah peternakan, budidaya dan produksi pangan organik hingga menjadi produk olahan, dan teknologi produksi pupuk hayati berbasis mikroba unggul lokal. Selain itu ada juga teknologi pengolahan limbah organik menjadi kompos, teknologi pengolahan limbah kantor (kertas dan plastik), peternakan lebah madu di bawah tegakan tanaman buah koleksi, produksi bibit unggul buah tropis dan tanaman penghijauan, dan pengelolaan taman atau kebun edukasi plasma nutfah, seperti taman kupu, plasma nutfah buah, dan domestikasi hewan opossum, sambung Bambang.

"Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat umum sekaligus sebagai tujuan wisata edukasi," katanya.

Sementara, Koordinator Kegiatan Biovillage, Enung Sri Mulyaningsih menambahkan, kawasan Biovillage dibagi dalam tiga zona. Tahun 2016 merupakan tahun kedua dari lima tahun pembangunan kawasan Biovillage, dan fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain, khususnya di zona satu.

"Pada tahun ini pula, pengoperasian unit pengolahan susu secara terstandar akan dimulai," ujarnya.

Untuk mengenalkan konsep Biovillage kepada masyarakat, sebelumnya telah LIPI digelar kegiatan Open House Biovillage 2016 pada Senin, 29 Agustus 2016 dan dipusatkan di zona satu.  Kegiatan ini diisi dengan pameran, demonstrasi, dan kunjungan ke lapangan, khususnya di area zona satu. Pada kegiatan tersebut, masyarakat juga berkesempatan untuk melihat teknologi yang ditampilkan di Biovillage. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES