Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Guru Dianiaya di Makassar, IGI: Pemerintah Gagal Lindungi Guru

Kamis 11 Agu 2016 13:53 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Angga Indrawan

Penganiayaan (Ilustrasi)

Penganiayaan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, guru gambar SMK Negeri 2 Makassar  Dasrul dianiaya oleh Adnan Achmad, orang tua salah seorang siswa kelas 11 SMKN 2 Makassar kemarin, Rabu, (10/8). Kejadian ini sangat memprihatinkan.

"Dianiayanya guru oleh orang tua siswa menunjukkan pemerintah gagal melindungi guru dari gangguan pihak luar. Seharusnya  tak ada ruang buat siapapun masuk ke dalam sekolah apalagi dalam keadaan emosi, jika ini tak disikapi dengan baik maka akan terus terjadi," katanya dalam siaran persnya yang diterima Kamis, (11/8).

Sekolah saat ini, ujar Ramli, telah mengupayakan komunikasi dengan orangtua tapi komunikasi itu gagal karena orangtua kadang mewakilkannya kepada orang lain atau ibunya yang datang tapi ayahnya yang mengamuk. Ke depan perlu dibuatkan aturan bahwa pada setiap penerimaan siswa baru atau penerimaan laporan hasil belajar atau hari pertama sekolah, kedua orang tua harus dihadirkan agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua serta orang tua tahu 100 persen bagaimana perilaku sesungguhnya anak mereka. 

Diperlukan perjanjian yang jelas antara orang tua dengan sekolah sehingga orang tua paham bahwa mereka telah menyerahkan anaknya untuk dididik di Sekolah. Hukuman terhadap pihak yang melakukan kekerasan terhadap guru terlalu ringan.

"Harusnya hukuman itu bersifat extra ordinary karena ini menyangkut mempersiapkan masa depan bangsa. IGI akan memastikan membela Pak Dasrul, kami akan segera menunjuk pendamping hukum agar Pak Guru Dasrul bisa terlindungi dan pelaku kejahatan terhadap guru dapat dimaksimalkan hukumannya," ujar Ramli.

Ia akan meminta IGI Makassar dan IGI Sulsel terus mengawal kasus ini. IGI juga  mempersiapkan undang-undang atau Permendikbud tentang Perlindungan Guru. "Minggu lalu telah berkumpul dengan beberapa organisasi profesi guru dan masih akan terus berlanjut. Semoga ke depan guru terlindungi dengan baik," katanya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES