Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Kemenhub: Pemudik Angkutan Umum tak Ada yang Telantar

Rabu 13 Jul 2016 18:32 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Winda Destiana Putri

Pemudik

Pemudik

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar mengaku bersyukur seluruh penumpang transportasi umum bisa terangkut saat masa operasi lebaran 2016.

"Alhamdulillah secara umum penumpang bisa terangkut dan tidak ada yang telantar. Kalau kepadatan saya dapat laporan ada yang berebut naik bus di Solo dan Tasik, tapi bisa diatur kepala terminal dan bisa tertib kembali," katanya saat evaluasi sementara di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (13/7).

Ia menyatakan, terdapat penurunan angkutan jalan pada masa operasi lebaran kali ini sebesar 12,65 persen. Menurutnya, sebagian pemudik memilih menggunakan sepeda motor dan mobil menuju kampung halamannya. Selain itu, banyak juga yang memilih moda transportasi lain seperti kereta api, dan pesawat.

"Sehingga ditinggalkan bus, mungkin dari sisi keselamatan dan keamanan masih kurang," lanjutnya.

Ia menjabarkan, juga terjadi penurunan tingkat kecelakaan bus di mana pada 2015 sebesar 240, kecelakaan namun untuk masa operasi lebaran tahun ini sekitar 109 atau turun 54,58 persen.

Penurunan ini tidak lepas dari pemeriksaan atau rampcheck secara keseluruhan yang dilakukan Kemenhub untuk bus akap. Namun, keterbatasan pula yang membuat tidak seluruh bus mampu diperiksa.

"Tanggung jawab 14 ribu bus akap, rampcheck 10 ribuan kurang. Terlalu banyak, masih banyak bus yang tidak dilakukan pengujian dan operasi. Banyak kendala ke depan," katanya.

Untuk kecelakaan menonjol yang menewaskan sembilan orang pada bus karyawan. Ia menegaskan itu di luar bus akap yang disewa karang taruna untuk ke Lembang.

"Remnya blong, dikocok enggak mau akhirnya guling. Enam (meninggal) di lokasi, tiga di RS. Saya lakukan investigasi dengan penguji, ga pernah di KIR, Rem tangan mungkin saat operasional ga berfungsi. Sudah hal sewajarnya dia ngeblong," ungkap dia.

Ia telah menyampaikan ke Dishub Jawa Barat untuk diperiksa dan sebagai hukuman, izin operasinya dicabut.

Pudji menambahkan, kekhawatirannya apabila terjadi kecelakaan pada angkutan mudik gratis yang pada realisasi hanya diisi 77 persen dari total kuota yang disediakan.

"Bisa dibayangkan kalau mudik gratis ada kecelakaan. Alhamdulillah ini nol, saya paling takut kalau ada kecelakaan," katanya menambahkan.

Selanjutnya, Kemenhub juga mengapresiasi 11 perusahaan yang membantu pemerintah dalam menyelenggarakan program mudik gratis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA