Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

4 Hal yang Diminta Menteri Jonan kepada Perusahaan Bus

Senin 13 Jun 2016 22:50 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Israr Itah

Menteri perhubungan Ignatius Jonan

Menteri perhubungan Ignatius Jonan

Foto: ROL/MGrol43

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta empat hal yang harus dipenuhi Perusahaan Otobus (PO) saat masa operasi angkutan lebaran 2016.

"Saya minta, empat ini mesti diperbaiki: speedometer, kaca depan yang pecah, rem tangan, dan sabuk pengaman untuk pengemudi," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada pimpinan PO jelang masa operasi angkutan Lebaran di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/6).

Selain itu, untuk hal-hal seperti ban yang sudah gundul, hingga spion, menurutnya sudah menjadi kesadaran yang harus dipenuhi setiap PO.

"Enggak boleh bilang waktunya mepet untuk speedometer, rem tangan, kaca depan, dan sabuk pengaman sopir," lanjutnya.

Ia menyoroti seringnya kaca depan yang retak bahkan pecah akibat pelemparan batu atau benda-benda keras dengan motif iseng atau lainnya, harus disikapi lebih lanjut.

Jonan meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) menjalin koordinasi lebih aktif dengan Kepolisian untuk menjaga wilayah-wilayah yang rawan terjadinya pelemparan tersebut.

"Organda deh koordinasi dengan Polri. Kalau makin akut dan hanya mengeluh, pasti makin akut," ungkapnya. 

Selain itu, ia juga meminta PO mematuhi ketentuan yang berlakunya mengenai surat tanda nomor kendaraan (STNK) agar sama dengan nomor rangka mesin.

"Pak Dirjen Darat lapor ke saya, di Primajasa (Bandung) dari 24 bus katanya 18 bus STNK-nya enggak sama (dengan nomor rangka mesin)," kata Jonan menambahkan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA