Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Legislator Usulkan Perubahan Kurikulum Manasik Haji

Rabu 18 Mei 2016 17:17 WIB

Red: M Akbar

Peserta Manasik Umroh Akbar mendengarkan arahan tata cara pelaksanaan ibadah umroh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (1/11).

Peserta Manasik Umroh Akbar mendengarkan arahan tata cara pelaksanaan ibadah umroh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (1/11).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Komisi VIII DPR RI mengusulkan perubahan kurikulum haji">manasik haji untuk penyelenggaraan haji 2018. Penekanannya dilakukan pada aspek teknis di lapangan selama melakukan ibadah tersebut.

"Selama ini kami menilai pelatihan manasik haji hanya berfokus pada pelatihan doa-doa saja padahal ada aspek penting lainnya yang harus dikuasai calon jamaah haji di lapangan," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid di Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (18/5).

Selain memberikan bimbingan aspek ritual ibadah, melalui manasik haji, Sodik mengatakan, pemerintah masih memiliki kewajiban memberikan pengetahuan mengenai medan tempat dilaksanakannya ibadah haji, serta pelatihan kesiapan mental dan akhlaq calon jamaah. "Dua sektor lain itulah yang sampai saat ini masih kami anggap lemah," kata dia.

Informasi mengenai medan dilaksanakannya ibadah haji, menurut dia, misalnya dapat disajikan secara mendetail melalui pemutaran film yang menggambarkan kondisi Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Madinah. "Penyempurnaan pelatihan manasik haji memang harus terus dilakukan, apalagi fasilitas yang ada sekarang lebih memadai," kata dia.

Sodik menyarankan dalam kurikulum manasik haji ke depan diharapkan dapat mencakup 30 persen pelatihan ritual ibadah, 30 persen informasi medan, serta 40 persen kesiapan mental dan akhlaq. "Kalau sekarang 90 persen hanya memuat ritual saja," kata dia.

Menurut Sodik, usulan itu telah disampaikan ke pihak Kementerian Agama, namun pihak kementerian meminta penangguhan hingga dua tahun yang akan datang sebab buku-buku materi manasik haji untuk dua tahun ke depan telah terlanjur dicetak. "Kementerian Agama minta waktu dua tahun lagi," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA