Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Tak Tayang di Bioskop, Siti Buktikan Jadi Film Terbaik

Selasa 24 Nov 2015 06:25 WIB

Rep: c01/ Red: Muhammad Subarkah

  Produser film Siti Ifa Isfansyah (tengah) bersama Sutradara film Siti Eddie Cahyono (kanan) menerima piala citra yang diberikan oleh Menteri Pendidikan Anies Baswedan (kiri)dalam Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2015, di Banten, Senin (23/11) m

Produser film Siti Ifa Isfansyah (tengah) bersama Sutradara film Siti Eddie Cahyono (kanan) menerima piala citra yang diberikan oleh Menteri Pendidikan Anies Baswedan (kiri)dalam Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2015, di Banten, Senin (23/11) m

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Film 'Siti' mungkin tidak begitu diketahui oleh masyarakat umum karena memang belum pernah diputar di layar lebar tanah air. Meski begitu, 'Siti' berhasil mendobrak dan memberi sentuhan baru bagi dunia perfilman Indonesia dengan keluar sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2015.

Produser Siti, Ifa Isfansyah mengatakan sangat bersyukur bahwa film berbudget Rp 150 juta ini bisa dilirik dan mendapat apresiasi luar biasa dari FFI 2015. Dengan masuk ke dalam lima nominasi penghargaan FFI 2015, Siti berhasil memboyong tiga penghargaan FFI 2015. Ini membuat Siti menjadi satu dari dua film yang meraih pernghargaan FFI 2015, bersanding dengan Guru Besar Tjokroaminoto.

"Awalnya kami tidak berpikir film kecil kami masuk dalam FFI. Ini sebuah apresiasi yang luar biasa," terang Ifa di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Senin (23/11) dini hari.

Film Siti tidak hanya diapresiasi di Indonesia saja tetapi hingga ke mancanegara. Siti, lanjut Ifa, berhasil masuk ke hampir 20 festival internasional. Dari situ, Siti berhasil memboyong empat penghargaan internasional.

Meski sudah menyabet berbagai penghargaan internasional, Ifa melihat penghargaan yang diberikan FFI 2015 sebagai puncak bagi film Siti. Pasalnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Siti juga dihargai di negeri sendiri.

Keberhasilan Siti menjadi Film Terbaik FFI 2015, diharapkan Ifa dapat memberi semangat bagi para sineas Indonesia yang mungkin jauh dari industri perfilman. Ifa mengatakan, kemenangan Siti dapat menunjukkan bahwa film //low budget// memiliki kesempatan sama besarnya untuk bersaing dengan film-film besar lain.

"Yang penting, katika kita membuat sesuatu dengan jujur, memahami apa yang kita buat, pasti akan terapresiasi," tambah Ifa.

Sutradara sekaligus penulis skenario Siti, Eddie Cahyono, mengatakan proses produksi Siti juga terbilang cepat, hanya enam hari. Meski begitu, semua pihak yang terlibat dalam Siti mau memberikan totalitasnya hingga membuat Siti menjadi film yang dapat menyentuh hati banyak orang.

Eddie sendiri mengaku menghabiskan waktu satu minggu untuk membuat cerita untuk Siti. Cerita tersebut kemudian Eddie tuangkan ke dalam bentuk skenario dengan memakan waktu selama dua bulan.

"Melalui Siti, saya ingin perempuan punya keberanian untuk memilih," harap Eddie.

Dalam FFI 2015, Siti berhasil masuk ke dalam lima nominasi penghargaan, yaitu kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik dan Penata Musik Terbaik. Dari lima nominasi tersebut, Siti kemudian berhasil membawa pulang tiga penghargaan melalui kategori Penata Musik Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik dan Film Terbaik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES