Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Ketua DPR dan Dubes Belanda Bahas Kerja Sama Maritim

Rabu 09 Nov 2016 07:12 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatera Utara, Jumat (11/3).

Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatera Utara, Jumat (11/3).

Foto: Antara/Irsan Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Ade Komarudin menerima Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/11). Ade mengatakan, pertemuan mereka membahas kerjasama maritim Indonesia -Belanda.

"Pertemuan ini menyangkut kerjasama yang sudah diteken Memorandum of Understanding (MoU) oleh presiden Jokowi saat berkunjung ke Belanda. Baik di bidang maritim dan pembangunan air, sebab belanda punya pengalaman cukup baik," kata Ade, usai pertemuan.

Menurutnya, Indonesia negara yang dijadikan prioritas dalam kerjasama pembangunan oleh Belanda, karena bekas jajahan mereka. Selain itu, lanjut Ade, pertemuan ini juga membahas rencana kunjungan perdana menteri Belanda ke Indonesia, sebagai kunjungan balasan termasuk ke DPR.

Bila memungkinkan, PM Belanda akan menyampaikan pidato tentang visi mereka ke Indonesia, dimana kedua negara bukan hubungan historis. "Pada prinsipnya saya menyambut baik bila menyampaikan pidatonya dalam sidang paripurna luar biasa, dengan topik khusus mendengarkan pidato PM," katanya.

Sementara, Rob Swortbol mengaku, pihaknya sangat senang dengan kerjasama tersebut. Ia menyebutkan, ada beberapa wilayah yang bekerja sama dengan Belanda untuk membangun pelabuhan laut. Kerjasama itu juga memastikan untuk meminimalkan kapal yang karam, dan melindungi orang -orang yang bekerja, bukan hanya di Jakarta, tapi juga semarang dan beberapa daerah lainnya.

"Kami juga bekerjasama dalam pendidikan dan pelatihan kerja di bidang perkapalan. Ada beberapa daerah di Indonesia dalam sektor maritim dimana ada perusahaan Belanda," ucap Rob.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA