Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Pengungsi Rohingya Dibekali Keterampilan Agar Mandiri

Rabu 29 Jul 2015 17:13 WIB

Red: Esthi Maharani

Pengungsi Rohingya saling berpelukan dan menangis usai melaksanakan salat Idul Fitri di penampungan sementara Desa Blang Ado, Kuta Makmur, Aceh Utara, Jumat (17/7).   (Antara/Rahmad)

Pengungsi Rohingya saling berpelukan dan menangis usai melaksanakan salat Idul Fitri di penampungan sementara Desa Blang Ado, Kuta Makmur, Aceh Utara, Jumat (17/7). (Antara/Rahmad)

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Ratusan rohingya">pengungsi Rohingya, Myanmar, yang ditampung di Desa Blang Adoe, Kabupaten Aceh Utara, agar diberdayakan dengan diberi keterampilan, sehingga mereka bisa mandiri.

Program Officer Adovokasi dan Dokumentasi Yayasan Geutanyoe Zulfadli Kawom para pegungsi Rohingnya tersebut harus dilakukan pemberdayaan agar mereka bisa lebih mandiri.

"Tahapan emergency sudah selesai, kini mereka harus diberikan pelatihan-pelatihan agar bisa lebih mandiri, misalkan diberi pelatihan ketrampilan bercocok tanam dan kerajinan," ujar Zulfadli, Rabu (29/7).

Apabila pelatihan tersebut dilakukan, maka para pengungsi Rohingya tersebut perlahan-lahan akan bisa mandiri dan mendapatkan pendapat atau income sendiri, sehingga bisa digunakan bertahan hidup selama berada di tempat penampungan.

Menurutnya, kalau pelatihan ketrampilan tersebut tidak dilakukan maka bisa mengakibatkan kecemburuan sosial bagi masyarakat sekitar, apa lagi sangat banyak pihak-pihak yang memberikan bantuan kepada mereka.

"Kita meminta kepada para pihak yang menangani masalah pengungsi Rohingya, diberikan pelatihan agar mereka bisa mandiri dan jangan terlalu ketergantungan," tutur Zulfadli.

Apabila terjadi kecemburuan sosial maka nantinya pasti akan melahirkan berbagai konflik dengan masyarakat sekitar, sebelum hal tersebut terjadi maka lebih baik dibendung dari sekarang.

"Coba lihat saja sekarang, mereka untuk makan saja harus disediakan. Seharusnya untuk urusan masak bisa dilakukan oleh mereka masing-masing dan di sekitar tempat penampungan harus dijadikan sebagai tempat bercocok tanam dan jangan dibuat ketergantungan," kata Zulfadli.

Masyarakat sekitar tempat penampungan manusia perahu tersebut juga harus diperhatikan, agar tidak memicu konflik-konflik antar sesama.

Setiap yang dibuat di tempat penampungan, juga harus berdampak bagi masyarakat sekitar, seperti program pengadaan air bersih, masyarakat sekitar juga harus merasakannya, katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA