Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Bukan karena Ibadah atau Speaker, tapi Ini yang Buat Jemaat GIDI Marah

Senin 20 Juli 2015 13:53 WIB

Rep: c26/ Red: Esthi Maharani

Sisa-sisa masjid Tolikara yang dibakar

Sisa-sisa masjid Tolikara yang dibakar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi kekerasan yang dilakukan jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) terhadap Muslim Tolikara, Papua dilakukan bukan karena kemarahan atas pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri. Kemarahan warga justru karena perlakuan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Presiden GIDI, Dorman Wandikmbo mengatakan aparat keamanan bertindak keras dengan tidak memberikan ruang demokrasi untuk berdiskusi. Hal ini menyusul aksi protes jemaat GIDI yang sebelumnya telah mengeluarkan aturan untuk tidak menggunakan pengeras suara saat pelaksanaan kegiatan ibadah.

"Jadi amukan dan kemarahan masyarakat bukan disebabkan oleh aktivitas ibadah umat muslim, tapi lebih karena tindakan dan perlakukan biadab aparat TNI/Polri, yang tidak membukan ruang demokrasi atau untuk mendiskusikan hal-hal yang baik bagi keberlangsungan ibadah kedua belah pihak," kata Dorman lewat siaran pers yang diterima ROL, Senin (20/7).

Menurutnya, warga belum berdiskusi untuk menegosiasikan hal yang sebaiknya bisa dilakukan. Hanya saja aparat keamanan sudah melepaskan tembakan secara brutal dan membabi buta. Aksi aparat ini menyebabkan korban tewas dan luka dari pemuda GIDI.

Diketahui 11 orang terluka tertembak timah panas saat mencoba berdiskusi dengan warga setempat. Satu orang bocah berusia 15 tahun juga dilaporkan meninggal dunia akibat kericuhan tersebut.

Pelarangan penggunaan pengeras suara saat melaksanakan salat Idul Fitri memang dikeluarkan menyusul adanya seminar internasional yang diadakan tidak jauh dari lokasi kejadian. GIDI membantah tudingan melarang Muslim menjalankan ibadahnya namun hanya melarang penggunaan pengeras suara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: KPK Luncurkan Bus Antikorupsi

Senin , 24 September 2018, 16:00 WIB