Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Pengungsi Rohingya

Shelter Pengungsi Rohingya Jauh dari Warga

Kamis 04 Jun 2015 14:50 WIB

Rep: c07/ Red: Esthi Maharani

Pengungsi Rohingya di Aceh.

Pengungsi Rohingya di Aceh.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Andi Rachmianto mengatakan shelter para pengungsi Rohingya di Indonesia semaksimal mungkin tidak bercampur dengan masyarakat sekitar.

"Tempat shelter semaksimal mungkin kita lokalisir jauh dari masyarakat untuk memudahkan memantau para pengungsi," kata Andi di Kantor Kemenlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (4/6).

Karena, sambung Andi, banyak pengungsi yang berstatus illegal. Selain itu beberapa pengungsi juga terjangkit penyakit, bahkan sudah ada pengungsi yang meninggal.

Sampai saat ini sebanyak  1.861 pengungsi yang tercatat sejak awal Mei, 1.713 diantaranya berada di Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur, serta 148 di Medan. Dalam kesepakatan antara negara Asia Tenggara beberapa waktu lalu, dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia sepakat akan menampung sementara para pengungsi tersebut, baik yang sudah berada di daratan atau yang masih terombang-ambing di tengah laut.

Kedua negara tersebut akan menampung dan membuatkan shelter kepada pengungsi dalam jangka waktu setahun, sambil menunggu negara yang mau menerima mereka dengan beberapa kesepakatan mengenai penanganan pengungsi.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia juga sedang menyusun rencana kerja termasuk melakukan SAR penyelamatan ribuan pengungsi yang masih terkatung-katung di tengah lautan

"Kami juga mengajak negara-negara yang terkena dampak seperti Myanmar, Malaysia dan Thailand. Dalam waktu bersamaan kami identifikasi dan menangkap jaringan kriminal perdagangan dan penyelundupan manusia," kata Andi.

Myanmar juga bersedia menjadi bagian untuk memberantas pelaku perdagangan  dan penyelundupan manusia, serta kesepakatan untuk bersama-sama menjalankan pembangunan di bidang sosial dan ekonomi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA