Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Apersi Hibahkan 1.000 Rumah

Selasa 02 Jun 2015 20:50 WIB

Red: Taufik Rachman

Contoh Rumah Murah Kemenpera

Contoh Rumah Murah Kemenpera

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG--Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) memiliki program hibah 1.000 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang akan dibagikan di seluruh provinsi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Apersi Eddy Ganefo di Palembang, Selasa, mengatakan, program hibah ini merupakan hasil keputusan organisasi pada Musyarawah Nasional IV Apersi beberapa waktu lalu sebagai bentuk dukungan pada program satu juta rumah yang digagas pemerintah.

"Pembagian sudah dilakukan di beberapa daerah, seperti di Palembang sudah dilakukan pada akhir Mei lalu kepada salah seorang warga miskin," kata dia.

Eddy menerangkan, program 1.000 unit rumah ini merupakan sumbangan dari anggota Apersi yang bertujuan mengetuk warga yang mampu untuk membantu masyarakat miskin.

Program yang bekerja sama dengan BTN ini diberikan kepada warga miskin berprestasi di bidang keagamaan, pendidikan, olahraga.

"Hibah ini berupa rumah murah (subsidi) dengan luas bangunannya 21-36 m2, harganya Rp88-125 juta per unit," katanya.

Eddy tidak menampik kepedulian Apersi ini karena memahami bahwa perealisasian program satu juta rumah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ini bukan perkara mudah karena membutuhkan dana yang besar dan ketersediaan lahan.

Sementara ini, program satu juta rumah dari 2015-2019 baru memiliki anggaran dana sebesar Rp5,1 triliun dari kebutuhan Rp102 triliun.

"Dengan Rp5,1 triliun ini hanya mampu membangun sekitar 40.000 hingga 50.000 unit rumah subsidi. Artinya perlu bantuan dari berbagai pihak," ujarnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya Apersi dan asosiasi pengembang lainnya sangat mendukung program pemerintah ini karena menyadari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) harus dibantu untuk memiliki rumah.

"Sementara ini langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam menunjang program tersebut patut diapresiasi seperti penurunan bunga pembiayaan perumahan dari 7,25 persen menjadi 5 persen, dan uang muka hanya satu persen dari harga rumah tapak (RST) dan rumah susun," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES