Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Peneliti IPB: Danau Lido Tercemar Limbah Timbal

Sabtu 30 Mei 2015 06:12 WIB

Red: Bayu Hermawan

Danau Lido

Danau Lido

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor menunjukan jika Danau Lido di Sukabumi telah mengalami pencemaran logam timbal (Pb). Pencemaran tersebut menyebabkan terjadinya respon morfologi pada larva Tanypodinae yaitu berupa deformitas ligula.

Tanypodinae merupakan salah satu kelompok Chironomida yang dapat digunakan dalam mengkaji aspek biologi untuk mendeteksi adanya pencemaran logam berat di lingkungan perairan.

Tanypodinae dapat menunjukkan adanya perubahan morfologi akibat pencemaran. Larva Chironomida dapat tumbuh di dalam lingkungan perairan dalam keadaan tinggi kandungan kimia, fisika maupun biologi sehingga larva tersebut dapat digunakan untuk merefleksikan degradasi lingkungan.

Selama ini, Danau Lido di Sukabumi Jawa Barat telah dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan, seperti keramba jaring apung (KJA), wisata perahu dan rumah makan apung. Kegiatan tersebut telah mengubah kualitas dari Danau Lido, diantaranya yaitu berubahnya kualitas air. 

Salah satu parameter kualitas air yang mengalami perubahan yaitu kandungan logam berat timbal (Pb). Dalam beberapa penelitian sebelumnya, peningkatan kandungan logam berat di perairan berkorelasi positif terhadap peningkatan persentase kecacatan morfologi pada Chironomida.

Dalam penelitian, dua peneliti dari IPB mengambil sampel larva Chironomida di Danau Lido, yang berada di dekat area rekreasi dan area sawah. Hal itu untuk menguji tingkat pencemaran logam berat di Danau Lido.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, pada area tersebut terkandung logam Pb yang lebih tinggi dibandingkan pada area KJA. Larva Tanypodinae yang diperoleh dari Danau Lido sebanyak 55 ekor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb di Danau Lido cukup tinggi, yaitu 0,08-0,19 mg/L. Berdasarkan pengamatan bentuk ligula pada Tanypodinae yang diperoleh, diketahui bahwa larva tersebut telah mengalami deformitas.

Larva yang mengalami deformitas sebanyak 10 ekor dari 55 ekor yang dikumpulkan  atau terjadi deformitas sebesar 18,18 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA