Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Jokowi Ingin Indonesia Peringkat Pertama Eksportir Kerajinan

Rabu 08 Apr 2015 12:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pengunjung melihat produk-produk Pameran The Jakarta International Jandicraft Trade Fair (Inacraft), Jakarta, Rabu (23/4).

Pengunjung melihat produk-produk Pameran The Jakarta International Jandicraft Trade Fair (Inacraft), Jakarta, Rabu (23/4).

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia menempati peringkat pertama sebagai eksportir barang-barang kerajinan. Saat ini Indonesia menduduki peringkat 12.

"Mimpi saya dengan beragam jenis kerajinan, macam-macam produk yang ada. Mari mimpi bersama menjadi nomor satu," kata Presiden Jokowi ketika membuka Inacraft XVII-2015 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Rabu (8/4).

Presiden menyebutkan saat ini Indonesia di peringkat 12 setelah Cina, Italia, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Belanda, Belgia, Jepang, Inggris, Vietnam dan India.

Presiden menyebutkan dirinya pernah mengikuti Inacraft sebanyak tiga-empat kali pada awal-awal penyelenggaraan kegiatan itu.

"Saya lihat minat pasar internasional cukup besar karena kualitas barang sangat bagus," katanya.

Menurut dia, Inacraft merupakan pameran paling bergengsi untuk jenis kerajinan di Indonesia.

"Berdasar pengalaman saya, mau masuk ke pameran ini sulit karena antre. Mau ikut pameran juga antre," katanya.

Menurut dia, ke depan peserta memang harus diseleksi ketat sehingga kualitas produk yang dipamerkan tetap terjaga dan yang datang juga bertambah. Menurut Jokowi, untuk bersaing di tingkat global dan pasar terbuka, ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

"Seperti desain harus sesuai selera pasar, juga warna serta kemasan. Ini akan menjadi pemicu kepada pembeli untuk membeli produk yang dipasarkan," katanya.

Bahkan Presiden menyarankan agar pelaku usaha kerajinan mendatangkan desiner dari luar negeri agar desain sesuai dengan keinginan pasar internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya marketing bahkan jika perlu mendatangkannya dari luar negeri.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA