Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Ekonomi Kreatif Dianggap Entaskan Daerah Tertinggal

Selasa 10 Mar 2015 08:00 WIB

Red: Satya Festiani

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan ekonomi kreatif dapat mengentaskan daerah-daerah tertinggal di tanah Air.

"Daerah tertinggal memiliki keunikan budaya yang sudah berlangsung turun temurun, bahkan menjadi sumber penghidupan masyarakatnya selama ini," ujar Marwan di Jakarta, Senin (9/3).

Hal tersebut, lanjut Marwan, merupakan potensi yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif untuk menggerakkan ekonomi setempat serta mengangkat kesejahteraan masyarakatnya. Ekonomi kreatif bersumber dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Peranan ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional terus meningkat. Kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2013 sebesar 6,9 persen, tahun 2014 menjadi 7,6 persen dan tahun ini diperkirakan delapan hingga sembilan persen.

Data itu menunjukkan perilaku konsumtif terhadap produk ekonomi kreatif terus meningkat, seiring dengan perilaku masyarakat yang memasukkan unsur keunikan budaya serta daya kreativitas yang tinggi pada setiap unsur kehidupannya.

"Fenomena tersebut menjadi insentif bagi masyarakat daerah tertinggal untuk mewujudkan ide-ide kreatif dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi karena keunikan dan daya kreativitasnya" kata Marwan.

Terlebih lagi, lanjut dia, produk ekonomi kreatif yang saat ini cukup diminati konsumen domestik dan global banyak yang bisa dikembangkan oleh masyarakat daerah tertinggal. Seperti batik, ukiran, bordir, kaligrafi, aksesoris, produk kulit, dan makanan ringan. Marwan mengaku optimistis daerah tertinggal memiliki banyak putra daerah yang mampu mewujudkan ide kreatif dan karya inovatif yang unik dan bernilai ekonomis tinggi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA