Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Kartu BPJS Kesehatan Bersalin Nama Jadi KIS

Rabu 18 Feb 2015 19:05 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Karta Raharja Ucu

Dirut Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris.

Dirut Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mulai Maret 2015 Kartu BPJS Kesehatan akan berganti nama menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kartu baru ini untuk tahap awal diberikan kepada peserta Penerima Biaya Iuran (PBI) yang berjumlah 86,4 juta orang.

"Selain PBI, peserta BPJS Kesehatan yang mendaftar pada Maret akan langsung mendapat KIS," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, Rabu (18/2).

Fachmi mengatakan, pembuatan kartu KIS dilakukan sesuai dengan jumlah peserta BPJS Kesehatan. Saat ini peserta BPJS Kesehatan mencapai lebih dari 133 juta orang.

Ia berharap tidak akan ada lagi ungkapan pemegang KIS adalah masyarakat miskin. Sebab, pemegang KIS adalah seluruh peserta program JKN.

"Ini hanya ganti nama saja. Namun ukuran, bentuk, dan fungsi kartunya sama saja. Kartu lama masih tetap bisa digunakan," kata dia.

"Bahkan," kata Fachmi melanjutkan, "tanpa kartu, peserta BPJS Kesehatan tetap bisa berobat asalkan hafal  nomor kependudukan. Jadi tidak ada masalah."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA