Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Sahkan RUU Pertembakauan, YLKI Anggap DPR Abaikan Kesehatan Anak-anak

Rabu 11 Feb 2015 00:10 WIB

Red: Satya Festiani

Pengurus YLKI, Tulus Abadi

Pengurus YLKI, Tulus Abadi

Foto: Republika/Agung Supri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak pengesahan RUU Pertembakauan oleh DPR. YLKI menganggap langkah DPR mengesahkan RUU Pertembakauan pada Sidang Paripurna, Senin (9/2), adalah langkah gegabah.

"Sungguh, DPR terbukti sebagai institusi negara yang abai dengan kesehatan dan kepentingan publik secara luas dengan mengesahkan RUU Pertembakauan," ujar Pengurus Harian YLKI dan Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi, dalam siaran pers, Selasa (10/2).

Menurut Tulus, langkah tersebut adalah sebuah kemunduran dalam perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya dan dampak buruk rokok atau tembakau. "Dengan
memasukkan RUU Pertembakauan tersebut, artinya DPR telah menganulir beberapa pasal dalam UU Kesehatan yang mengatur pembatasan konsumsi rokok/tembakau, bahkan akan merontokan regulasi lain, seperti PP, Perda, dll," ujarnya.

Tulus mengatakan, YLKI dan Komnas Pengendalian Tembakau
mengecam keras DPR. DPR dianggap menggadaikan kesehatan dan masa depan anak-anak, remaja dan generasi muda menjadi pecandu tembakau.

Menurut YLKI, RUU Pertembakauan adalah regulasi yang didesain oleh industri rokok besar dengan tujuan mengukuhkan industri rokok memproduksi. Tulus menduga RUU Pertembakauan tersebut adalah RUU transaksional.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA