Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Ketua PGI tak Setuju Penerapan Jilbab Bagi Polwan

Jumat 12 December 2014 13:27 WIB

Rep: C16/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Polisi Wanita (Polwan) saat mengikuti peragaan pakaian dinas untuk Polwan berjilbab yang digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat (25/11).

Polisi Wanita (Polwan) saat mengikuti peragaan pakaian dinas untuk Polwan berjilbab yang digelar di Lapangan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat (25/11).

Foto: Republika/Yasin Habibi/c

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Persekutuan Gereja Indonesia, Albertus Patty, menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana penetapan Peraturan Kapolri (perkap) terkait seragam berjilbab bagi Polisi Wanita (Polwan).

Menurutnya, dalam satuan polisi ataupun militer tidak perlu meletakkan simbol-simbol keagamaan. Ia menekankan agar melihat satuan tersebut sebagai satu kesatuan korps dan keluarga.

"Lebih baik menggunakan pakaian nasional, jadi polisi baik itu sudah menjalankan ibadah" kata Albertus Patty saat dihubungi ROL, Jumat (12/12).

Albertus mengatakan agama tidak hanya sebatas simbol. Menurutnya, agama seharusnya lebih dipandang dari sisi substansinya. Ia sendiri mengaku tidak menyukai penggunaan banyak simbol dalam agama yang ia peluk.

Albertus beranggapan menggunakan simbol agama tidak perlu dijadikan alasan untuk menjalankan ibadah. Karena, lanjut dia, dengan berperilaku baik dan tidak koruppun sudah menjadi bagian dari menjalankan ibadah.

Ia khawatir penggunaan simbol agama justru dapat memecah antar umat beragama. "Kalau Budha minta hal yang sama bagaimana?" ungkap Albertus.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 August 2018, 10:39 WIB