Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Video Kristenisasi Terselubung di CFD Bikin Heboh Dunia Maya

Senin 10 Nov 2014 01:58 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Video berjudul 'Kristenisasi Muslim di Kelud' beredar di dunia maya

Video berjudul 'Kristenisasi Muslim di Kelud' beredar di dunia maya

Foto: youtube

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ada-ada saja isu yang terangkat di dunia maya. Setelah sebelumnya selalu tentang birokrat, entah itu presiden atau wakil rakyat tidur, kali ini terkait isu agama.

Sebuah video di Youtube yang diunggah pemilik akun rtkChannel menampilkan video berjudul "Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta". Karuan saja, video yang menampilkan sekelompok orang, entah organisasi atau gerakan, membagi-bagikan selebaran dan permen ini membuat heboh dunia maya.

Di youtube sendiri beragam komentar muncul setelah menyaksikan video berdurasi 23.43 menit tersebut. Tika Renika mengatakan,: "Astagfirualloh..,Inlalilahiwainalilahirozi'un.., Tolong luangkan waktu anda 24 menit menonton video ini penting". Atau pemilik akun lain, Rizal Achmad Fahrezi yang menyatakan "Jadi ingat ucapan Alm Ustad Zainudin, Janganlah menyebarkan agama kepada orang yg sdh beragama"

Tak hanya di youtube, di media sosial lainnya video ini juga penuh dengan komentar. Seperti di twitter, akun milik Muhammad Iqbal, ‏@ragenprivate, "Saya apresiasi pembuat video 'Kristenisasi Terselubung di CFD' via @YouTube -> @titui Semoga Tuhan mengganti kebaikanmu dgn pahala bro. Amin"

Atau yang akun ‏@xtedo 4h4, awas kristenisasi terselubung di cfd senayan !! perkuat iman kalian!. Namun, namanya di media sosial tentu ada yang membela aksi yang disebut dalam video tersebut.

Seperti akun ‏@kusastark. Ia mengatakan "Bang @titui, orang doa demi keselamatan bangsa di CFD dblg kristenisasi, gmn dgn org kristen yg tiap hari denger adzan? Islamisasi kah?"

Video ini dapat anda lihat di https://www.youtube.com/watch?v=QUw11Tk6VnU

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA